Kompas.com - 19/06/2020, 11:03 WIB
Ilustrasi air kelapa shutterstockIlustrasi air kelapa

KOMPAS.com - Banyak mitos yang beredar di kalangan masyarakat, salah satunya tentang persalinan. Air kelapa misalnya, disebut-sebut bisa memperlancar proses persalinan.

Namun Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dr Eric Kasmara, Sp. OG menyatakan, belum ada penelitian yang membuktikan hal tersebut.

Bahkan, konsumsi air kelapa secara berlebihan dapat menyebabkan kontraksi berlebihan.

"Ibu minum kan (airnya) masuknya ke lambung bukan ke vagina. Gimana caranya kelapa bisa membuat lancar (persalinan). Itu saya enggak habis pikir sama mitos ini," ujarnya dalam webinar RSPI: Persiapan Persalinan di Masa New Normal, Kamis (18/6/2020).

Baca juga: Baking Soda Bantu Lancarkan Persalinan, Kok Bisa?

Mitos lainnya, ada anggapan bahwa wanita yang sudah melakukan persalinan dengan operasi caesar (C-Section) maka tidak akan bisa melahirkan normal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

dr Eric mengatakan jika persalinan anak pertama dilakukan secara bedah sesar, masih ada kemungkinan untuk anak kedua dilakukan secara normal dengan Vaginal Birth After Cesarean (VBAC).

Baca juga: Lebih dari 400.000 Kehamilan Baru Terjadi Selama Pandemi di Indonesia

Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Yakni jarak persalinan 18-24 bulan, dan sayatan bedah sesar pada rahim sebelumnya transversal rendah atau horizontal.

Selain itu, ibu juga belum melakukan operasi besar pada rahim seperti miomektomi. Serta ketebalan segmen bawah rahim (SBR) di atas 4 milimeter.

Terkait Covid-19, ada anggapan salah yang menyebut Ibu hamil yang positif terinfeksi maka bayi pun akan tertular Covid-19. Padahal, hingga saat ini belum dapat dibuktikan virus corona dapat menular ke bayi dari Ibu hamil, baik pada saat kehamilan ataupun persalinan.

Ilustrasi bayi baru lahir.Shutterstock Ilustrasi bayi baru lahir.

"Penularannya kan bukan melalui plasenta tapi melalui droplet, kalau sudah dilahirkan itu yang potensi menularkan," kata dia.

Untuk menghindari bayi terinfeksi Covid-19, ibu yang positif Covid-19 tidak boleh melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Kebersihan tangan sebelum memegang bayi juga harus diperhatikan.

Baca juga: Cegah Kenaikan Berat Badan Berlebih Usai Melahirkan, Begini Caranya

Anggapan lain yang juga salah adalah persalinan di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) lebih aman dibandingkan di rumah sakit umum.

Ia menjelaskan, setiap rumah sakit pasti melakukan protokol pencegahan infeksi sehingga pasien tidak usah ragu untuk melahirkan di rumah sakit umum.

"Karena di rumah sakit umum pun dilakukan pencegahan-pencegahan. Kami juga tidak ingin tenaga medis, pasien, dan pengunjung tertular," pungkas dr Eric.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X