Cahaya Hijau Zamrud Muncul di Atmosfer Mars, Apakah Itu?

Kompas.com - 17/06/2020, 20:03 WIB
Ilustrasi seniman tentang ExoMars Trace Gas Orbiter (TGO) dari Badan Antariksa Eropa (ESA) mendeteksi cahaya hijau zamrud yang merupakan oksigen di atmosfer Mars. Emisi ini, terlihat di siang hari Mars, mirip dengan cahaya malam yang terlihat di sekitar atmosfer Bumi dari luar angkasa. ESAIlustrasi seniman tentang ExoMars Trace Gas Orbiter (TGO) dari Badan Antariksa Eropa (ESA) mendeteksi cahaya hijau zamrud yang merupakan oksigen di atmosfer Mars. Emisi ini, terlihat di siang hari Mars, mirip dengan cahaya malam yang terlihat di sekitar atmosfer Bumi dari luar angkasa.

KOMPAS.com - Trace Gas Orbiter (TGO) dari Badan Antariksa Eropa (ESA) menangkap cahaya hijau menyelimuti atmosfer Mars.

Menurut laporan studi terbaru, ini pertama kalinya cahaya hijau zamrud terlihat di sekitar planet merah. Fenomena semacam ini juga belum pernah terjadi di atmosfer planet lain, selain Bumi.

"Salah satu emisi paling terang yang terlihat di Bumi berasal dari cahaya malam (night glow). Lebih khusus lagi, dari atom oksigen memancarkan panjang gelombang cahaya tertentu yang belum pernah terlihat di sekitar planet lain," ungkap pemimpin penulis studi Jean-Claude Gérard, dari Université de Liège di Belgia dalam sebuah pernyataan.

Dengan kata lain, cahaya hijau ini merupakan emisi pertama yang ditemukan dari planet selain Bumi.

"Emisi ini diprediksi ada di Mars selama sekitar 40 tahunan. Berkat TGO, kita semua bisa menemukannya," imbuh Gérard seperti dilansir Space.com, Selasa (16/6/2020).

Baca juga: Wahana Antariksa NASA Temukan Tulang Manusia di Mars, Apakah Itu?

Gérard mengatakan, emisi hijau merupakan karakteristik oksigen.

Aurora berbeda dengan cahaya malam. Cahaya malam disebabkan oleh interaksi sinar Matahari dengan atom dan molekul di udara yang menghasilkan cahaya halus dan terus-menerus. Emisi ini sulit dilihat, bahkan di Bumi.

Inilah mengapa, gambar terbaik cahaya malam Bumi datang dari para astronot yang ada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Cahaya siang hari (day glow), komponen harian dari emisi konstan ini bahkan lebih sulit dikenali. Itu didorong oleh mekanisme yang sedikit berbeda.

"Cahaya malam terjadi ketika molekul-molekul yang terpecah bergabung kembali, sedangkan cahaya siang muncul ketika cahaya Matahari secara langsung merangsang atom dan molekul seperti nitrogen dan oksigen," tulis pejabat Badan Antariksa Eropa (ESA).

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber Space.com
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X