Kompas.com - 15/06/2020, 17:06 WIB
Gambar batuan Mars yang mirip tulang manusia. Gambar ini diambil Curiosity Rover NASA melalui MastCam pada 14 Agustus 2014. NASA/JPL-Caltech/MSSSGambar batuan Mars yang mirip tulang manusia. Gambar ini diambil Curiosity Rover NASA melalui MastCam pada 14 Agustus 2014.


KOMPAS.com - Foto mirip tulang manusia itu diambil penjelajah Curiosity, wahana antariksa milik Badan Antariksa Amerika (NASA) pada tahun 2014 lalu.

Dalam foto yang diambil Curiosity di permukaan planet Mars itu, menunjukkan tulang paha di tengah puing-puing planet ini.

Gambar tersebut diambil robot penjelajah, Curiosity Rover's MastCam pada 14 Agustus 2014 dan dengan cepat menghembuskan teori konspirasi sebagai bukti Planet Merah ini pernah menyimpan kehidupan.

Akibat merebaknya teori ini, membuat NASA pasang badan untuk meluruskan catatan tersebut.

Baca juga: Bulan Depan, Uni Emirat Arab Akan Meluncurkan Misi Pertama ke Mars

"Dilihat oleh Curiosity Rover lewat MastCam-nya, itu adalah batu Mars yang mungkin terlihat seperti tulang paha femur," kata juru bicara NASA dalam postingan blognya, seperti dilansir dari Science Alert, Senin (15/5/2020).

Juru bicara NASA menjelaskan, anggota tim SAINS dalam misi tersebut berpikir kemungkinan bentuk batuan tersebut dipahat secara alami akibat erosi, baik oleh angin atau air.

"Jika kehidupan pernah ada di Mars, para ilmuwan berharap itu akan menjadi bentuk kehidupan kecil sederhana yang disebut mikroba," jelas dia.

Robot penjelajah Mars milik NASA, Curiosity, berselfie di tanah Mars pada 11 OKtober 2019 atau di hari ke-2.553, setelah melakukan misi sulit. Robot penjelajah Mars milik NASA, Curiosity, berselfie di tanah Mars pada 11 OKtober 2019 atau di hari ke-2.553, setelah melakukan misi sulit.

Baca juga: Robot Curiosity Selfie di Mars setelah Lakukan Misi Langka

Planet Mars kemungkinan tidak pernah memiliki cukup oksigen di atmosfernya dan di tempat lain yang mendukung organisme yang lebih kompleks.

"Dengan demikian, fosil besar tidak mungkin terjadi di Mars," imbuh juru bicara NASA.

Teori konspirasi dan fenomena pareidolia

Melihat pola dalam konfigurasi acak, hal ini bukan fenomena baru. Sebab, tanpa disadari kita mungkin melakukannya.

Misalnya, penampakan wajah pada sebuah stopkontak, atau jejak kaki di buih sabun di pintu kamar mandi Anda.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Lokasi, Karakteristik, dan Jenis Sesar Semangko

Mengenal Lokasi, Karakteristik, dan Jenis Sesar Semangko

Fenomena
Tidak Semua Kasus Dites Whole Genome Sequencing, Seberapa Efektif PCR-SGTF Deteksi Omicron?

Tidak Semua Kasus Dites Whole Genome Sequencing, Seberapa Efektif PCR-SGTF Deteksi Omicron?

Oh Begitu
Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia karena Henti Jantung, Apa Saja Penyebab dan Gejalanya?

Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia karena Henti Jantung, Apa Saja Penyebab dan Gejalanya?

Kita
Suara Asing Membuat Otak Tetap Aktif Saat Kita Tidur, Studi Jelaskan

Suara Asing Membuat Otak Tetap Aktif Saat Kita Tidur, Studi Jelaskan

Oh Begitu
WHO: Eropa Mungkin Bisa Menuju Akhir Pandemi Covid-19

WHO: Eropa Mungkin Bisa Menuju Akhir Pandemi Covid-19

Oh Begitu
Kakek Tewas Dikeroyok karena Diteriaki Maling, Mengapa Orang Main Hakim Sendiri?

Kakek Tewas Dikeroyok karena Diteriaki Maling, Mengapa Orang Main Hakim Sendiri?

Oh Begitu
Kakek Tewas Dikeroyok, Sosiolog : Main Hakim Sendiri jadi Momen Penyaluran Kekesalan Individu

Kakek Tewas Dikeroyok, Sosiolog : Main Hakim Sendiri jadi Momen Penyaluran Kekesalan Individu

Kita
Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Disebut untuk Rehabilitasi Pecandu Narkoba, Sudah Tepatkah Metode Ini?

Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Disebut untuk Rehabilitasi Pecandu Narkoba, Sudah Tepatkah Metode Ini?

Fenomena
Super Immunity Covid-19, Kombinasi Antibodi Pasca-Infeksi dan Vaksinasi

Super Immunity Covid-19, Kombinasi Antibodi Pasca-Infeksi dan Vaksinasi

Oh Begitu
95 Juta Tahun Lalu, Kepiting Kuno Punya Mata Besar dengan Penglihatan Sangat Tajam

95 Juta Tahun Lalu, Kepiting Kuno Punya Mata Besar dengan Penglihatan Sangat Tajam

Oh Begitu
Pasien Omicron di Jabodetabek Bisa Dapat Pelayanan dan Obat Covid-19 Gratis, Ini Syaratnya

Pasien Omicron di Jabodetabek Bisa Dapat Pelayanan dan Obat Covid-19 Gratis, Ini Syaratnya

Oh Begitu
Skenario Terburuk Gempa Banten yang Mengancam Wilayah Jakarta

Skenario Terburuk Gempa Banten yang Mengancam Wilayah Jakarta

Oh Begitu
Prediksi Ahli soal Covid-19 di Tahun 2022 Setelah Gelombang Infeksi Omicron

Prediksi Ahli soal Covid-19 di Tahun 2022 Setelah Gelombang Infeksi Omicron

Oh Begitu
Gejala Mirip Flu, Kapan Seseorang Harus Melakukan Pemeriksaan Covid-19?

Gejala Mirip Flu, Kapan Seseorang Harus Melakukan Pemeriksaan Covid-19?

Oh Begitu
Vaksin Booster Pfizer Bertahan Lawan Omicron Selama 4 Bulan, Studi Jelaskan

Vaksin Booster Pfizer Bertahan Lawan Omicron Selama 4 Bulan, Studi Jelaskan

Oh Begitu
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.