Di Tengah Pandemi Corona, Ilmuwan Coba Kembangkan Vaksin Tahan Panas dan Dingin

Kompas.com - 16/06/2020, 19:02 WIB
Ilustrasi peneliti melakukan pengembangan vaksin virus corona, covid-19, di laboratorium. Ilustrasi peneliti melakukan pengembangan vaksin virus corona, covid-19, di laboratorium.


KOMPAS.com - Pengembangan vaksin untuk menangkal infeksi virus corona baru terus dilakukan. Namun, setiap tahun banyak vaksin yang rusak akibat pengaruh suhu.

Para ilmuwan dunia saat ini tengah sibuk mengembangkan vaksin untuk mencegah penyakit Covid-19 yang tengah mewabah.

Pandemi ini telah memperlihatkan betapa sulitnya membuat vaksin untuk membentengi umat manusia dari wabah penyakit.

Melansir VOA Indonesia, Selasa (16/6/2020), sebuah tim kimia di Inggris selama bertahun-tahun berusaha mencari cara agar vaksin dapat bertahan lebih lama.

Baca juga: Tanpa Vaksin, Herd Immunity Bisa Sebabkan 12,2 Juta Kematian di Indonesia

Selama ini, mungkin kita tak menyadari, bahwa setelah ilmuwan berhasil menciptakan vaksin, maka semua telah usai.

Sayangnya, tidak demikian, masih ada upaya yang harus dilakukan ilmuwan untuk dapat mempertahankan vaksin-vaksin tersebut.

Ilustrasi vaksin.SHUTTERSTOCK Ilustrasi vaksin.

Suhu tertentu picu vaksin rusak

Sebagian vaksin, seperti vaksin polio dapat disimpan dalam suhu ruangan dalam jangka waktu yang relatif pendek. Vaksin ini masih bisa efektif dan memicu respon kekebalan yang baik pada tubuh seseorang.

Namun, tidak semua vaksin dapat memiliki efektivitas demikian. Ada pula vaksin yang kurang stabil dan rentan terhadap suhu tertentu.

Baca juga: Ternyata Tes Pengujian Vaksin Covid-19 Butuh Darah dari Hewan ini

Artinya, vaksin tersebut bisa efektif jika disimpan dalam ruangan bersuhu rendah, antara dua sampai delapan derajat Celcius.

Suhu ini harus tetap terjaga sepanjang perjalanan vaksin dari tempat produksi ke orang yang akan menerima suntikan. Bahkan, jika vaksin yang dikirimkan harus menempuh jarak hingga ribuan kilometer.

Sebab, apabila ada kebocoran dalam proses pendinginan, artinya jutaan vaksin dapat rusak.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erupsi Sinabung 2020 Tidak Meledak Besar, Ternyata Ini Karakteristiknya...

Erupsi Sinabung 2020 Tidak Meledak Besar, Ternyata Ini Karakteristiknya...

Oh Begitu
Aktivitas Erupsi Gunung Sinabung Masih Terjadi, Kemarin Meletus 7 Kali

Aktivitas Erupsi Gunung Sinabung Masih Terjadi, Kemarin Meletus 7 Kali

Fenomena
Astronom Temukan Galaksi yang Sangat Mirip Bima Sakti, Begini Rupanya

Astronom Temukan Galaksi yang Sangat Mirip Bima Sakti, Begini Rupanya

Fenomena
Deteksi Kanker Payudara sejak Usia 40 Tahun Bantu Selamatkan Nyawa

Deteksi Kanker Payudara sejak Usia 40 Tahun Bantu Selamatkan Nyawa

Oh Begitu
Spesies Dinosaurus Baru, Pemburu Fosil Inggris Temukan Tulang Sepupu T.rex

Spesies Dinosaurus Baru, Pemburu Fosil Inggris Temukan Tulang Sepupu T.rex

Fenomena
Inilah Masker Terbaik dan Terburuk Cegah Corona, dari N95 sampai Buff

Inilah Masker Terbaik dan Terburuk Cegah Corona, dari N95 sampai Buff

Kita
Soal Vaksin Corona Rusia, WHO Akan Lakukan Pra-kualifikasi Vaksin

Soal Vaksin Corona Rusia, WHO Akan Lakukan Pra-kualifikasi Vaksin

Oh Begitu
Studi: 800 Orang Meninggal karena Hoaks dan Teori Konspirasi Corona

Studi: 800 Orang Meninggal karena Hoaks dan Teori Konspirasi Corona

Fenomena
Hasil Penyelidikan Radiasi Nuklir di Serpong Ungkap Efek Buruk Paparannya

Hasil Penyelidikan Radiasi Nuklir di Serpong Ungkap Efek Buruk Paparannya

Oh Begitu
Erupsi 3 Kali, Akankah Letusan Besar Gunung Sinabung Terjadi Dalam Waktu Dekat?

Erupsi 3 Kali, Akankah Letusan Besar Gunung Sinabung Terjadi Dalam Waktu Dekat?

Oh Begitu
Ahli Ungkap Vaksinasi Beri Risiko Lebih Rendah terhadap Covid-19

Ahli Ungkap Vaksinasi Beri Risiko Lebih Rendah terhadap Covid-19

Oh Begitu
Kenapa Tubuh Kebal terhadap Beberapa Penyakit, tapi Tidak yang Lain?

Kenapa Tubuh Kebal terhadap Beberapa Penyakit, tapi Tidak yang Lain?

Kita
6 Fakta Kualitas Udara Buruk Jakarta dan 3 Rekomendasi bagi Kita

6 Fakta Kualitas Udara Buruk Jakarta dan 3 Rekomendasi bagi Kita

Kita
Vaksin Corona Rusia Belum Selesai Uji Fase 3, Hasil Uji Coba Minim Data

Vaksin Corona Rusia Belum Selesai Uji Fase 3, Hasil Uji Coba Minim Data

Fenomena
Bantu Lawan Corona, GSI Lab Bisa Lakukan 5.000 Tes PCR Per Hari

Bantu Lawan Corona, GSI Lab Bisa Lakukan 5.000 Tes PCR Per Hari

Fenomena
komentar
Close Ads X