Viral Seniman Surabaya akan Hirup Covid-19, Ahli Jelaskan Kenapa Orang Tidak Percaya Corona?

Kompas.com - 14/06/2020, 16:00 WIB
Ilustrasi Covid-19 KOMPAS.COM/HANDOUTIlustrasi Covid-19


KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu, warga Surabaya dihebohkan dengan video viral seorang seniman yang mengatakan wabah virus corona tidak ada.

Dalam rekaman video tersebut, TM, seniman itu mengatakan wabah corona adalah akal-akalan pemerintah.

Seperti dikutip dari pemberitaan Kompas.com, Jumat (12/6/2020), TM mengaku berani memmbuktikan dengan menghirup udara dari mulut pasien positif Covid-19 di rumah sakit.

Ketidakpercayaan publik terhadap adanya pandemi virus corona banyak dialami sejumlah orang, bahkan tidak ada di Indonesia tetapi juga di sejumlah negara di dunia.

Baca juga: Video Viral Indira Kalistha, Dokter Ingatkan Covid-19 Bukan Penyakit yang Biasa Saja…

Lantas, mengapa banyak orang tidak percaya adanya Covid-19 dan cenderung abai pada protokol kesehatan?

Menjawab hal itu, Psikolog Sosial Universitas Indonesia, Dr. Bagus Takwin M.Hum mengatakan orang yang percaya pada munculnya wabah ini adalah mereka yang melihat langsung, pasien atau orang yang terinfeksi virus ini.

Atau mereka tidak percaya adanya Covid-19, karena tidak memiliki pengalaman, tidak ada keluarga atau orang terdekat yang mengalami.

Santri Pesantren Mahyal Ulum Al Aziziyah mengikuti rapid test Covid-19 setelah libur panjang, di Kecamatan Suka Makmur, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (11/6/2020). Pesantren di Aceh kembali melaksanakan aktivitas belajar mengajar setelah libur panjang terkait Covid-19 dan bulan Ramadhan dengan mengedepankan protokol kesehatan jelang era normal baru guna mencegah penyebaran Covid-19.KOMPAS.com/RAJA UMAR Santri Pesantren Mahyal Ulum Al Aziziyah mengikuti rapid test Covid-19 setelah libur panjang, di Kecamatan Suka Makmur, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (11/6/2020). Pesantren di Aceh kembali melaksanakan aktivitas belajar mengajar setelah libur panjang terkait Covid-19 dan bulan Ramadhan dengan mengedepankan protokol kesehatan jelang era normal baru guna mencegah penyebaran Covid-19.

Baca juga: Cegah Corona, Jaga Jarak dari Covid-19 Kenapa Tiap Negara Berbeda?

"Informasi tentang virus corona ini banyak sekali, sehingga dari situ orang bisa memilih informasi mana yang mau mereka percayai, atau tidak," kata Bagus saat dihubungi Kompas.com, Minggu (14/6/2020).

Kendati berbagai informasi edukatif telah disampaikan secara detil, namun tidak semua orang sepakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

"Sebenarnya kalau dibilang sudah jelas (informasi Covid-19), belum tentu itu jelas bagi setiap orang," ungkap dia.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X