Cegah Corona, Jaga Jarak dari Covid-19 Kenapa Tiap Negara Berbeda?

Kompas.com - 08/06/2020, 16:03 WIB
Penumpang dengan berjaga jarak duduk di kereta MRT tujuan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2020). Presiden Joko Widodo menginstruksikan Panglima TNI untuk mengerahkan personelnya dalam menertibkan masyarakat selama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPenumpang dengan berjaga jarak duduk di kereta MRT tujuan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2020). Presiden Joko Widodo menginstruksikan Panglima TNI untuk mengerahkan personelnya dalam menertibkan masyarakat selama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.


KOMPAS.com - Indonesia bersiap menerapkan new normal atau fase kenormalan baru dalam menghadapi wabah virus penyebab Covid-19.

Salah satu yang ditekankan dalam protokol kesehatan Covid-19, adalah selalu menjaga jarak aman atau physical distancing, saat nanti kembali pada rutinas harian, baik bekerja, bersekolah maupun bersosialisasi.

Namun, seperti melansir dari BBC Indonesia, Senin (8/6/2020), terkait jarak aman untuk mencegah penyebaran virus corona baru, setiap negara menerapkan anjuran yang berbeda.

Di antaranya pemerintah China, Denmark, Perancis, Hong Kong dan Singapura yang menganjurkan warganya untuk memberi jarak satu meter saat berinteraksi dengan orang lain.

Baca juga: Seberapa Efektif Masker dan Jaga Jarak Cegah Penyebaran Corona?

Sedangkan di Korea Selatan, jarak aman yang dianjurkan yakni minimal 1,4 meter.

Berbeda lagi dengan pemerintah Australia, Belgia, Yunani, Italia, Belanda dan Portugal yang menyarankan jarak aman yakni minimal 1,5 meter.

Tingginya kasus infeksi penularan virus corona baru, SARS-CoV-2 di Amerika Serikat, jarak aman yang dianjurkan di negara tersebut yakni 1,8 meter.

Pengunjung mengenakan masker, mengantre dengan aturan pembatasan jarak (physical distancing) saat hendak masuk ke taman hiburan Disneyland, Shanghai, China, yang baru dibuka kembali, Senin (11/5/2020). Shanghai Disneyland resmi kembali dibuka setelah ditutup selama 4 bulan akibat pandemi virus corona.AFP/HECTOR RETAMAL Pengunjung mengenakan masker, mengantre dengan aturan pembatasan jarak (physical distancing) saat hendak masuk ke taman hiburan Disneyland, Shanghai, China, yang baru dibuka kembali, Senin (11/5/2020). Shanghai Disneyland resmi kembali dibuka setelah ditutup selama 4 bulan akibat pandemi virus corona.

Baca juga: Apakah Jarak 1,8 Meter Cukup untuk Physical Distancing? Ahli Jelaskan

Sementara itu, physical distancing antar orang saat berinteraksi di Inggris, Spanyol dan Kanada yakni dua meter.

Lantas berapa meter jarak aman saat physical distancing yang diterapkan di Indonesia?

Dalam situs resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, pemerintah Indonesia meminta warganya untuk menjaga jarak sekitar satu meter, saat beraktivitas di luar ruangan atau tempat umum.

Anjuran ini juga sesuai dengan yang disampaikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kendati demikian, mengapa setiap negara memiliki aturan jarak atau physical distancing yang berbeda?

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X