Jangan Rebahan, Gaya Hidup Sehat Perlu untuk Hadapi New Normal

Kompas.com - 04/06/2020, 12:03 WIB
Ilustrasi olahraga ShutterstockIlustrasi olahraga

"Ternyata lima negara dengan kasus Covid-19 terbanyak, juga sebagian besar lima terbanyak untuk kasus diabetes," ujar Roy.

Baca juga: Wacana New Normal, Pedoman Mencegah Virus Corona di Kantor

Oleh sebab itu, dirinya menekankan untuk tidak terlena bersantai karena berdiam di rumah selama masa pandemi, melainkan merubah pola hidup menjadi lebih sehat. Terlebih, ke depan akan diberlakukan kenormalan baru ( new normal).

Masyarakat harus menjaga kesehatannya agar masa berdiam di rumah tidak malah berakhir dengan penyakit diabetes, yang mana berisiko tinggi jika terpapar virus corona.

Roy mengatakan, hidup sehat dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan bergizi dan berolahraga secara teratur. Serta mengonsumsi vitamin atau suplemen, seperti yang mengandung antioksidan.

Vitamin A, C, E, dan Astaxanthin memiliki banyak kandungan antioksidan. Namun, Astaxanthin jauh lebih tinggi yakni 500 lebih kuat dari Vitamin E dan 6.000 lebih kuat dibanding Vitamin C.

"Jadi perubahan total gaya hidup pasca Covid-19 sangat direkomendasikan untuk mengisi kehidupan era new normal," katanya.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selamatkan Populasi, Begini Kehidupan Berbagai Singa dari Masa ke Masa

Selamatkan Populasi, Begini Kehidupan Berbagai Singa dari Masa ke Masa

Oh Begitu
17 Agustus, Ternyata Ada Momentum Penting Selain Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus, Ternyata Ada Momentum Penting Selain Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Oh Begitu
Polusi Limbah Bikin Air di Laguna Paraguay Berwarna Ungu, Kok Bisa?

Polusi Limbah Bikin Air di Laguna Paraguay Berwarna Ungu, Kok Bisa?

Oh Begitu
Dampak Infeksi Virus Corona pada Anak Berpotensi Lebih Lama, Kok Bisa?

Dampak Infeksi Virus Corona pada Anak Berpotensi Lebih Lama, Kok Bisa?

Fenomena
Virus Corona Bermutasi, Apa Dampaknya pada Pengembangan Vaksin?

Virus Corona Bermutasi, Apa Dampaknya pada Pengembangan Vaksin?

Oh Begitu
Konsumsi Pangan Olahan, Jangan Lupa Baca Labelnya

Konsumsi Pangan Olahan, Jangan Lupa Baca Labelnya

Oh Begitu
Awan Mirip Tsunami di Meulaboh Aceh, Benarkah Pertanda Bencana Alam?

Awan Mirip Tsunami di Meulaboh Aceh, Benarkah Pertanda Bencana Alam?

Oh Begitu
Peneliti Ungkap Asal-muasal Kalsium pada Tulang dan Gigi Manusia

Peneliti Ungkap Asal-muasal Kalsium pada Tulang dan Gigi Manusia

Oh Begitu
Terinspirasi Covid-19, Spesies Jamur Parasit Baru Diberi Nama Karantina

Terinspirasi Covid-19, Spesies Jamur Parasit Baru Diberi Nama Karantina

Fenomena
Kasus Corona Meningkat, Bisakah Pembuatan Vaksin Dipercepat?

Kasus Corona Meningkat, Bisakah Pembuatan Vaksin Dipercepat?

Oh Begitu
Di Masa Depan Teknologi AI Ruang Angkasa Bermanfaat untuk Kemanusiaan, Kok Bisa?

Di Masa Depan Teknologi AI Ruang Angkasa Bermanfaat untuk Kemanusiaan, Kok Bisa?

Fenomena
Masa Inkubasi Virus Corona Bisa Lebih Lama, Studi Jelaskan

Masa Inkubasi Virus Corona Bisa Lebih Lama, Studi Jelaskan

Oh Begitu
Bukan di Istana Merdeka, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Dilakukan di Tempat Ini

Bukan di Istana Merdeka, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Dilakukan di Tempat Ini

Oh Begitu
Mengapa Hanya 10 Persen Orang Kidal di Dunia? Berikut Penjelasannya

Mengapa Hanya 10 Persen Orang Kidal di Dunia? Berikut Penjelasannya

Oh Begitu
Penjelajah Mars Milik NASA Dilengkapi Alat Pengubah CO2 Menjadi Oksigen

Penjelajah Mars Milik NASA Dilengkapi Alat Pengubah CO2 Menjadi Oksigen

Oh Begitu
komentar
Close Ads X