Peneliti Ungkap Kedahsyatan Asteroid yang Musnahkan Dinosaurus

Kompas.com - 02/06/2020, 18:03 WIB
Ilustrasi asteroid puchanIlustrasi asteroid

KOMPAS.com - Sekitar 66 juta tahun yang lalu, asteroid menghantam Bumi dan diduga menjadi awal mula punahnya dinosaurus dari muka planet.

Seberapa dahsyat tubrukan itu terjadi, sehingga menimbulkan efek kerusakan yang maksimum?

Sebuah studi baru mengenai kawah Chicxulub di Meksiko, tempat asteroid itu jatuh, berhasil mengungkapkan bahwa sudut dan kecepatan tumbukan asteroid berada dalam kisaran yang sempurna untuk memberikan dampak kerusakan yang luar biasa.

Baca juga: Hampir Tidak Terpantau, Asteroid Ini Melintas Sangat Dekat dengan Bumi

Seperti dilansir dari New Scientist, Selasa (26/5/2020) ketika asteroid menghantam sebuah planet, kawah yang dihasilkan sangat tergantung pada sudut tumbukan.

"Tumbukan awal itu membuat lubang besar di tanah yang kemudian runtuh dan membentuk kawah besar. Sama seperti yang terjadi ketika melempar kerikil ke dalam kolam," papar Gareth Collins, salah satu peneliti dari Imperial College London.

Ilustrasi asteroidratpack223 Ilustrasi asteroid

Untuk merekonstruksi dampak asteroid ketika menghantam Bumi 66 juta tahun lalu, penelitian yang dilakukan oleh Imperial College London ini pun membandingkan serangkaian simulasi dengan data geologi yang dikumpulkan di kawah Chicxulub.

Dari simulasi berdasarkan pengamatan kawah, hasilnya mengungkapkan jika asteroid menghantam Bumi relatif cepat, sekitar 20 kilometer/detik dan menabrak permukaan tanah dengan sudut sekitar 60 derajat.

Baca juga: NASA Akan Selidiki Asteroid Penuh Kandungan Emas

Hal tersebut menyebabkan dampak kehancuran yang luar biasa. Bebatuan yang terlontar ke udara membuat sinar matahari terhalangi.

Menurut Collins, sudut tumbukan sekitar 60 derajat tersebut sangat ideal untuk melemparkan sebanyak mungkin material ke udara.

Lain halnya jika asteroid datang dari atas kepala persis, alias 90 derajat. Collins berpendapat asteroid akan lebih banyak lagi menghancurkan bebatuan di Bumi, namun material yang terlempar ke udara tak sebanyak yang dihasilkan dari tumbukan sudut 60 derajat.

"Ini adalah hari yang sangat buruk bagi dinosaurus," tambah Collins.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebanyakan Dipanen, Viagra Himalaya Terancam Punah

Kebanyakan Dipanen, Viagra Himalaya Terancam Punah

Oh Begitu
3 Misi ke Mars di Bulan Juli, Apa yang akan Dilakukan NASA, China dan Uni Emirat Arab?

3 Misi ke Mars di Bulan Juli, Apa yang akan Dilakukan NASA, China dan Uni Emirat Arab?

Fenomena
Antibodi terhadap Covid-19 Menurun, Studi Inggris Ungkap Potensi Infeksi Ulang

Antibodi terhadap Covid-19 Menurun, Studi Inggris Ungkap Potensi Infeksi Ulang

Fenomena
Uni Emirat Arab Semangat Luncurkan Misi Hope ke Mars, Apa Tujuannya?

Uni Emirat Arab Semangat Luncurkan Misi Hope ke Mars, Apa Tujuannya?

Oh Begitu
Cuaca Buruk, Peluncuran Misi Hope Milik Uni Emirat Arab ke Mars Ditunda

Cuaca Buruk, Peluncuran Misi Hope Milik Uni Emirat Arab ke Mars Ditunda

Fenomena
Vaksin Virus Corona, Sudah Sampai Mana Tahap Pengujiannya?

Vaksin Virus Corona, Sudah Sampai Mana Tahap Pengujiannya?

Oh Begitu
Covid-19: Kenapa Laki-laki Lebih Jarang Pakai Masker Dibanding Perempuan? Ini Penjelasannya

Covid-19: Kenapa Laki-laki Lebih Jarang Pakai Masker Dibanding Perempuan? Ini Penjelasannya

Fenomena
Fenomena Langka Komet Neowise Juli 2020, Wilayah Mana Saja Bisa Melihatnya?

Fenomena Langka Komet Neowise Juli 2020, Wilayah Mana Saja Bisa Melihatnya?

Fenomena
BMKG: Wilayah Ini Berpotensi Alami Peningkatan Kekeringan Lapisan Tanah

BMKG: Wilayah Ini Berpotensi Alami Peningkatan Kekeringan Lapisan Tanah

Fenomena
Istilah PDP, ODP, dan OTG Covid-19 Diubah, Ini Beda dengan Sebelumnya

Istilah PDP, ODP, dan OTG Covid-19 Diubah, Ini Beda dengan Sebelumnya

Oh Begitu
Spartan Inovasi Baru Antisipasi Karhutla Indonesia dari BMKG, Apa Kelebihannya?

Spartan Inovasi Baru Antisipasi Karhutla Indonesia dari BMKG, Apa Kelebihannya?

Fenomena
CDC Memperkirakan, 40 Persen Pasien Covid-19 Tidak Menunjukkan Gejala

CDC Memperkirakan, 40 Persen Pasien Covid-19 Tidak Menunjukkan Gejala

Kita
Satwa Liar Terkait Pandemi Covid-19, Begini Hasil Survei Persepsi Masyarakat

Satwa Liar Terkait Pandemi Covid-19, Begini Hasil Survei Persepsi Masyarakat

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,1 Guncang Laut Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini: M 5,1 Guncang Laut Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
Hasil Otopsi Temukan Gumpalan Darah di Hampir Seluruh Organ Pasien Covid-19

Hasil Otopsi Temukan Gumpalan Darah di Hampir Seluruh Organ Pasien Covid-19

Kita
komentar
Close Ads X