Banjir Rendam Ribuan Rumah di Samarinda, Ini 4 Faktor Penyebabnya

Kompas.com - 27/05/2020, 08:02 WIB
Seorang anak sedang menumpangi boks bekas di tengah kondisi banjir di RT 37 Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kaltim, Minggu (24/5/2020). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONSeorang anak sedang menumpangi boks bekas di tengah kondisi banjir di RT 37 Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kaltim, Minggu (24/5/2020).


KOMPAS.com- Sehari menjelang hari raya Lebaran, Jumat (22/5/2020) ribuan rumah warga Kota Samarinda di Kalimantan Timur direndam banjir akibat diguyur hujan intensitas tinggi.

Bahkan, sudah selama empat hari ini, banjir besar itu merendam ribuan rumah di 10 kelurahan dan 4 kecamatan, dengan lebih dari 27 ribu warga yang terdampak.

Walikota Samarinda telah menetapkan status tanggal darurat bencana banjir selama 14 hari.

Pemerintah setempat segera membangun posko di setiap kecamatan yang terdampak banjir, karena ketinggian air bahkan bisa mencapai 2 meter dan warga harus dievakuasi.

Menanggapi banjir besar yang melanda wilayah Kota Samarinda dan Kutai Kartanegara, KaSub Bidang Peringatan Dini Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Agie Wandala Putra angkat bicara.

Baca juga: Sejumlah Wilayah Banjir, Hingga Besok Hujan Lebat Masih Berpotensi

" Banjir yang merendam kota Samarinda sejak 22 Mei 2020 lalu diakibatkan oleh hujan intensitas ringan hingga lebat yang mengguyur wilayah tersebut," kata Agie kepada Kompas.com, Selasa (26/5/2020).

Berdasarkan peta sebaran hujan dari satelit cuaca, terlihat hujan intensitas sedang-lebat terjadi di sebagian besar wilayah Kalimantan Timur, terutama Kota Samarinda pada tanggal 21 dan 22 Mei 2020 lalu.

Kondisi banjir di Kelurahan Sempaja Timur, Samarinda, Kaltim, Minggu (24/5/2020). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATON Kondisi banjir di Kelurahan Sempaja Timur, Samarinda, Kaltim, Minggu (24/5/2020).

Baca juga: Mei Diprediksi Awal Musim Kemarau tapi Aceh Banjir, Apa yang Terjadi?

Sedangkan, berdasarkan data pengamatan Stasiun sinoptik permukaan BMKG Temindung, Samarinda.

Curah hujan yang tercatat sejak tanggal 22 Mei 2020 hingga hari ini berturut-turut tercatat sebesar 45 mm, 45 mm, 28 mm, 0 mm, dan 1 mm.

Agie juga menyebutkan beberapa faktor yang menjadi penyebab dari hujan intensitas lebat ini.

1. Suhu muka laut

Suhu muka laut yang hangat di perairan sekitar Kalimantan Timur yang bernilai antara 29-31 derajat celsius, dimana suhu muka laut ini berperan sebagai penyuplai uap air untuk pertumbuhan awan hujan.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebanyakan Dipanen, Viagra Himalaya Terancam Punah

Kebanyakan Dipanen, Viagra Himalaya Terancam Punah

Oh Begitu
3 Misi ke Mars di Bulan Juli, Apa yang akan Dilakukan NASA, China dan Uni Emirat Arab?

3 Misi ke Mars di Bulan Juli, Apa yang akan Dilakukan NASA, China dan Uni Emirat Arab?

Fenomena
Antibodi terhadap Covid-19 Menurun, Studi Inggris Ungkap Potensi Infeksi Ulang

Antibodi terhadap Covid-19 Menurun, Studi Inggris Ungkap Potensi Infeksi Ulang

Fenomena
Uni Emirat Arab Semangat Luncurkan Misi Hope ke Mars, Apa Tujuannya?

Uni Emirat Arab Semangat Luncurkan Misi Hope ke Mars, Apa Tujuannya?

Oh Begitu
Cuaca Buruk, Peluncuran Misi Hope Milik Uni Emirat Arab ke Mars Ditunda

Cuaca Buruk, Peluncuran Misi Hope Milik Uni Emirat Arab ke Mars Ditunda

Fenomena
Vaksin Virus Corona, Sudah Sampai Mana Tahap Pengujiannya?

Vaksin Virus Corona, Sudah Sampai Mana Tahap Pengujiannya?

Oh Begitu
Covid-19: Kenapa Laki-laki Lebih Jarang Pakai Masker Dibanding Perempuan? Ini Penjelasannya

Covid-19: Kenapa Laki-laki Lebih Jarang Pakai Masker Dibanding Perempuan? Ini Penjelasannya

Fenomena
Fenomena Langka Komet Neowise Juli 2020, Wilayah Mana Saja Bisa Melihatnya?

Fenomena Langka Komet Neowise Juli 2020, Wilayah Mana Saja Bisa Melihatnya?

Fenomena
BMKG: Wilayah Ini Berpotensi Alami Peningkatan Kekeringan Lapisan Tanah

BMKG: Wilayah Ini Berpotensi Alami Peningkatan Kekeringan Lapisan Tanah

Fenomena
Istilah PDP, ODP, dan OTG Covid-19 Diubah, Ini Beda dengan Sebelumnya

Istilah PDP, ODP, dan OTG Covid-19 Diubah, Ini Beda dengan Sebelumnya

Oh Begitu
Spartan Inovasi Baru Antisipasi Karhutla Indonesia dari BMKG, Apa Kelebihannya?

Spartan Inovasi Baru Antisipasi Karhutla Indonesia dari BMKG, Apa Kelebihannya?

Fenomena
CDC Memperkirakan, 40 Persen Pasien Covid-19 Tidak Menunjukkan Gejala

CDC Memperkirakan, 40 Persen Pasien Covid-19 Tidak Menunjukkan Gejala

Kita
Satwa Liar Terkait Pandemi Covid-19, Begini Hasil Survei Persepsi Masyarakat

Satwa Liar Terkait Pandemi Covid-19, Begini Hasil Survei Persepsi Masyarakat

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,1 Guncang Laut Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini: M 5,1 Guncang Laut Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
Hasil Otopsi Temukan Gumpalan Darah di Hampir Seluruh Organ Pasien Covid-19

Hasil Otopsi Temukan Gumpalan Darah di Hampir Seluruh Organ Pasien Covid-19

Kita
komentar
Close Ads X