Sejumlah Wilayah Banjir, Hingga Besok Hujan Lebat Masih Berpotensi

Kompas.com - 15/05/2020, 13:32 WIB
Warga membantu mengevakuasi korban dan harta benda usai banjir bandang yang membawa material batu dan kayu di Desa Paya Tumpi Baru, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, Aceh, Rabu (13/5/2020). Banjir bandang akibat tingginya intensitas hujan sejak sepekan terakhir telah merusak puluhan unit rumah warga di desa tersebut. ANTARA FOTO/KURNIA MUHADIWarga membantu mengevakuasi korban dan harta benda usai banjir bandang yang membawa material batu dan kayu di Desa Paya Tumpi Baru, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, Aceh, Rabu (13/5/2020). Banjir bandang akibat tingginya intensitas hujan sejak sepekan terakhir telah merusak puluhan unit rumah warga di desa tersebut.


KOMPAS.com- Meskipun awal bulan Mei 2020 diprediksi memasuki awal musim kemarau. Akan tetapi, sejumlah wilayah masih mendapat curah hujan dengan intensitas lebat, bahkan menyebabkan bencana alam seperti banjir dan longsor.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) mengingatkan agar masyarakat tetap waspada karena potensi hujan lebat disertai angin kencang dan kilat atau petir, masih berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia.

Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin mengungkapkan data terbaru dasarian I Mei 2020, dari seharusnya sekitar 38,3 persen, baru 18,71 persen wilayah Zona Musim (ZOM) sudah masuk dalam musim kemarau.

Baca juga: Aceh Banjir, BMKG: Waspada Potensi Hujan Lebat hingga 3 Hari Mendatang

"Dan ini berarti bahwa selama bulan Mei ini masih ada sebagian wilayah Indonesia yang dikategorikan masih dalam periode basah atau transisi," kata Miming kepada Kompas.com, Kamis (14/5/2020).

Diakui Miming pula, beberapa minggu ini dalam periode transisi musim memang potensi hujan dengan intensitas tinggi masih sering terjadi di beberapa wilayah Indonesia, yang diantaranya menyebabkan bencana banjir hingga tanah longsor.

Berikut beberapa wilayah Indonesia yang dilanda bencana banjir dan longsor pada awal Mei ini.

Baca juga: BMKG: Hingga Kamis, Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah di Indonesia

  1. Pada tanggal 4 Mei, Kota Cilegon dilanda banjir dan longsor.
  2. Pada tanggal 8 Mei, banjir bandang merendam wilayah Banda Aceh, Aceh Besar dan Aceh Jaya di Provinsi Aceh.
  3. Pada tanggal 8 Mei, banjir merendam empat kecamatan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan.
  4. Pada tanggal 11 Mei, wilayah Kota Sukabumi di Provinsi Jawa Barat juga dilaporkan direndam banjir.
  5. Pada tanggal 13-14 Mei, wilayah Kabupaten Lebak, Kaprawi yang berbatasan dengan Tan Nasional Gunung Halimun Salak diterpa banjir dan longsor.
  6. Pada tanggal 13 Mei, banjir rob melanda sejumlah wilayah di pesisir Utara Pulau Jawa, diantaranya Pekalongan dan Kota Tegal.
  7. Pada tanggal 13 Mei, banjir bandang melanda wilayah Aceh bagian Tengah di Provinsi Aceh.

Analisis cuaca BMKG

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi Dr Widada Sulistya DEA, menyebutkan dalam keterangan tertulisnya ada beberapa kondisi yang menyebabkan potensi hujan lebat masih bisa terjadi disejumlah wilayah Indonesia.

"Intrusi udara kering dari Belahan Bumi Utara (BBU) melintasi wilayah Samudra Pasifik Utara Papua. Keadaan ini menyebabkan daerah di depan muka intrusi kondisi udara menjadi lebih lembab," kata Widada.

Massa udara basah di lapisan rendah terkonsentrasi di sebagian besar wilayah Indonesia kecuali di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Tengah, Maluku Utara, dan Maluku.

Baca juga: Mei Diprediksi Awal Musim Kemarau tapi Aceh Banjir, Apa yang Terjadi?

Selanjutnya, ada 17 provinsi di Indonesia sebagai daerah yang memiliki potensi konvektif dari faktor lokal dengan nilai indeks labilitas atmosfer sedang hingga kuat.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X