Jaga Kesehatan Astronot di Luar Angkasa, Ilmuwan Teliti Mikrobioma

Kompas.com - 19/05/2020, 19:04 WIB
Ilustrasi astronot di luar angkasa 1971yesIlustrasi astronot di luar angkasa

Namun berbeda dengan usus, mikrobioma yang terdapat pada kulit kru justru memperlihatkan hasil yang beragam, termasuk berkurangnya satu mikroba spesifik yaitu proteobacteria.

"Proteobacteria ditemukan dalam jumlah tinggi di tanah, tetapi ISS adalah lingkungan non-hijau yang sangat bersih. Jadi, ada kemungkinan kontak yang kurang dengan bakteri Bumi mengurangi mikrobioma pada kulit," jelas Lorenzi.

Padahal memiliki keragaman mikrobioma pada kulit akan membantu astronot terhindar dari reaksi kulit hipersensitif, seperti ruam.

Baca juga: Pembangunan Pangkalan di Bulan, Ilmuwan Akan Gunakan Urine Astronot

Lorenzi pun merekomendasikan studi lanjutan untuk mengidentifikasi dan menguji perawatan potensial untuk meningkatkan kesehatan kulit astronot, misalnya dengan menggunakan krim topikal dengan probiotik.

Mempelajari mikrobioma di kondisi luar angkasa juga akan membantu para peneliti mengetahui lebih banyak tentang bagaimana astronot dapat dijaga tetap sehat dan siap menjalani misi jangka panjang ke Bulan dan Mars.

Penelitian ini telah dipublikasikan di Scientific Reports dan PLOS One.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X