Penemuan yang Mengubah Dunia: Dari Vaksinasi Virus di Peternakan Sapi, Ide Imunisasi Berkembang

Kompas.com - 19/05/2020, 12:33 WIB
Ilustrasi vaksinasi anak-anak. SHUTTERSTOCKIlustrasi vaksinasi anak-anak.


KOMPAS.com- Vaksin selalu dikaitkan sebagai upaya pencegahan terbaik untuk tidak terpapar dari berbagai patogen, seperti virus maupun bakteri yang merugikan tubuh manusia.

Termasuk saat pandemi Covid-19 yang tengah mewabah di hampir seluruh negara di dunia saat ini, para ahli juga sedang berupaya berlomba-lomba dalam menemukan vaksin sebagai perlawanan terhadap infeksi virus corona SARS-CoV-2, penyebab Covid-19.

Tapi tahukah Anda bagaimana konsep dasar pengembangan vaksin, hingga bisa jadi imunisasi seperti yang dikenal saat ini?

Direktur Eijkman Institute for Moleculer Biology (LBM Eijkman) Prof Amin Soebandrio, menjelaskan vaksinasi merupakan ide awal yang dikembangkan oleh seorang dokter ahli bedah bernama Edward Jenner.

Baca juga: Penemuan yang Mengubah Dunia: Vaksin, Sudah Ada Sejak 1.000 Tahun Lalu

Edward ialah pria kelahiran 17 Mei 1974 di Berkeley, Britania Raya.

Pemberian nama vaksinasi, dikarenakan Edward untuk pertama kalinya menemukan bagaimana pencegahan terhadap mewabahnya penyakit cacar yang disebabkan oleh virus vaksinia, sekitar tahun 1796.

Virus vaksinia itu diketahui berasal dari sapi. Lantas, ide vaksinasi tersebut berawal dari pengamatan Edward pada sekelompok masyarakat yang berada di sekitar peternakan sapi, pada saat wabah terjadi tidak banyak yang terinfeksi sakit cacar itu.

Ilustrasi pemberian vaksin atau vaksinasi.Shutterstock.com Ilustrasi pemberian vaksin atau vaksinasi.

Padahal, lebih lanjut pengamatan dilakukan oleh Edward. Sapi-sapi di peternakan itu ternyata juga memiliki cacar, disebut cacar sapi.

Baca juga: Imunisasi Jadi Kunci Cegah Pneumonia pada Bayi dan Balita

Alhasil, Edward berupaya untuk mengambil cairan yang ada pada sapi untuk kemudian membuat sekelompok orang dikuriskan atau diberikan virus penyebab cacar itu dan melihat perkembangan sekelompok orang itu pada saat wabah cacar kembali terjadi lagi.

Ternyata ketika wabah cacar kembali terjadi, mereka atau sekelompok orang yang sengaja dikuriskan oleh Edward tersebut tidak mengalami sakit atau jika pun sakit hanya memiliki gejala yang ringan.

"Itulah yang kemudian dikembangkan menjadi vaksinasi, sebab pertama kali diberikan adalah virus vaksinia," kata Amin dalam diskusi daring bertajuk Riset dalam Menemukan Vaksin dan Obat Anti Covid-19, Jumat (15/5/2020).

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X