Pengembangan Vaksin Corona di Indonesia: Ini Teknologi yang Digunakan Eijkman

Kompas.com - 19/05/2020, 16:03 WIB
Ilustrasi peneliti melakukan pengembangan vaksin virus corona, covid-19, di laboratorium. Ilustrasi peneliti melakukan pengembangan vaksin virus corona, covid-19, di laboratorium.


KOMPAS.com- Wabah pandemi Covid-19 belum juga usai. Para ahli masih terus melakukan penelitian dan pengembangan vaksin yang diharapkan dapat menghambat dengan cepat laju transmisi virus corona SARS-CoV-2.

Setiap negara baik pemerintahan maupun instansi swasta atau industri juga berupaya untuk menemukan vaksin yang tepat untuk imunisasi Covid-19 ini, dengan berbagai teknologi yang bisa dipergunakan.

Tidak ketinggalan, beberapa lembaga atau instansi di Indonesia juga sedang berupaya melakukan pengembangan vaksin ini juga, salah satunya Eijkman Institute for Moleculer Biology (LBM Eijkman).

Baca juga: Butuh Waktu Lama, Bagaimana Cara Ilmuwan Menemukan Vaksin Corona?

Teknologi vaksin Covid-19 di Indonesia

Direktur LBM Eijkman Prof Amin Soebandrio, mengenalkan teknologi yang dipergunakan untuk membuat vaksin dari instansinya adalah recombinant protein vaccines.

Dijelaskan oleh Amin, vaksin berdasarkan protein rekombinan ini dianggap lebih baik, karena dasar sampel yang diambil adalah bagian atau sepotong protein bukanlah virus secara utuh.

"Dengan begitu tidak ada risiko infeksi atau virus itu akan kembali menjadi virulen (ganas atau mematikan)," kata Amin dalam diskusi daring bertajuk Riset dalam Menemukan Vaksin dan Obat Anti Covid-19, Jumat (15/5/2020).

Ilustrasi vaksin coronaShutterstock Ilustrasi vaksin corona

Baca juga: Penemuan yang Mengubah Dunia: Dari Vaksinasi Virus di Peternakan Sapi, Ide Imunisasi Berkembang

Tetapi, kata Amin tetap ada sisi kelemahannya antara lain karena merupakan potongan protein kecil, maka jika tidak dibantu oleh protein lain yang lebih besar, biasanya sifat antigenesitinya tidak sebaik virus utuh.

"Untuk itu kita harus memilih, ajuvan yang baik, yang sesuai dan dibutuhkan pemberian suntikan beberapa kali," ujar dia.

Jika bekerja dengan rekombinan antigen, penelitian membutuhkan sistem ekspresi seperti dari bakteri, sel mamalia, sel insect, sel unggas, sel tanaman, yeast, DNA.

Serta, tipe antigen dalam teknologi vaksin jenis ini adalah particulate (VLP), solube (monomeric atau diremic), fusion protein, dan chimeric.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X