Studi Temukan Hydroxychloroquine Tingkatkan Kematian Pasien Corona

Kompas.com - 29/04/2020, 16:03 WIB
Ilustrasi pasien corona Shutterstock/Kobkit ChamchodIlustrasi pasien corona


KOMPAS.com - Terapi pengobatan menggunakan hydroxychloroquine membuat tingkat kematian lebih tinggi pada pasien virus corona.

Pengobatan dengan menggunakan hydroxychloroquine ini sempat dipuji Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Namun, menurut sebuah penelitian terhadap ratusan pasien di pusat kesehatan US Veterans Health Administration menunjukkan kondisi yang berbeda.

Pasien yang membutuhkan ventilator mekanis lebih sedikit dibandingkan angka kematian pasien yang menggunakan obat hydroxychloroquine, dan mereka yang tidak mengkonsumsi obat itu.

Baca juga: Obat Mag Diburu Warga Amerika untuk Virus Corona, Ini Kata Ahli

Penelitian tersebut didanai oleh National Institutes of Health dan University of Virginia. Dalam penelitian ini, mengulas grafik medis para veteran, yang dipublikasikan Selasa (28/4/2020) di Medrxiv.org, server pra-cetak, yang berarti tidak diterbitkan dalam jurnal medis.

Melansir CNN, Rabu (29/4/2020), dalam studi terhadap 368 pasien, sebanyak 97 pasien Covid-19 menggunakan pengobatan hydroxychloroquine dengan tingkat kematian 27,8 persen.

Sedangkan sebanyak 158 pasien yang tidak menggunakan obat memiliki tingkat kematian 11,4 persen.

Baca juga: Percobaan Klorokuin untuk Obat Corona Dihentikan, Hasilkan Kelainan Ritme Jantung

"Peningkatan kematian secara keseluruhan diidentifikasi pada pasien dengan hydroxychloroquine saja," tulis pada penulis yang bekerja di Columbia VA Health Care System, California Selatan, University of South Carolina dan University of Virginia.

Para peneliti menilai temuan ini menyoroti pentingnya menunggu hasil studi prospektif yang dilakukan secara acak dan terkontrol terhadap hydroxychloroquine sebagai obat corona.

Ilustrasi obat untuk virus corona, obat coronaShutterstock Ilustrasi obat untuk virus corona, obat corona

Selain itu, peneliti juga melihat manfaat apakah penggunaan hydroxychloroquine atau kombinasi hydroxychloroquine dengan antibiotik azithromycin, memiliki efek pada pasien yang perlu menggunakan ventilator.

"Dalam penelitian ini, kami tidak menemukan bahwa penggunaan hydroxychloroquine, baik dengan atau tanpa azitromisin (antibiotik), dapat mengurangi risiko penggunaan ventilator mekanik pada pasien Covid-19 di rumah sakit," tulis penulis.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber CNN
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X