Khawatir Terinfeksi Corona, Apa Saja Gejala yang Harus Dicurigai?

Kompas.com - 09/04/2020, 09:00 WIB
Ilustrasi virus corona dan gejala terinfeksi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona dan gejala terinfeksi virus corona

KOMPAS.com - Di tengah wabah pandemi Covid-19 yang sedang melanda negeri ini, banyak di antara masyarakat yang mulai curiga terhadap keluhan yang tiba-tiba dirasakan tubuhnya.

Lantas, apa saja gejala atau keluhan yang memang butuh dicurigai sebagai pertanda terinfeksi virus Corona, SARS-CoV-2 penyebab Covid-19?

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, beberapa gejala yang perlu diwaspadai akibat terinfeksi virus corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 adal menurut  menyebut setidaknya waspadalah saat Anda mengalami demam, batuk dan sesak napas.

Namun perlu diketahui, setiap ornag yang terinfeksi virus SARS-CoV-2 tidak selalu menunjukkan demam, batuk, dan sesak napas. Ada gejala lain yang mungkin tidak disadari, ada juga yang tidak menunjukkan gejala.

Berikut 8 gejala yang dialami pasien Covid-19.

 Baca juga: Apakah Saya Terinfeksi Covid-19? Berikut 6 Pertanyaan Soal Corona

Gejala Covid-19

1. Demam tinggi

Ilustrasi demamWavebreakmedia Ltd Ilustrasi demam

Menurut Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, dr Erlina Burhan SpP(K) MSc PhD, sejak awal wabah Covid-19 ini melanda Wuhan, China gejala yang paling umum dan banyak dialami mencapai 98 persen oleh pasiennya adalah demam tinggi di atas 38,5 derajat Celsius.

Meskipun virus tersebut sudah mengalami mutasi, pada sebagian orang rentan perlu mewaspadai diri dan curigalah jika sudah mengalami demam tinggi bahkan hanya mencapai suhu tubuh 37,8 derajat Celsius.

2. Batuk dan pilek

Batuk yang dimaksudkan dalam kategori kemungkinan terinfeksi virus SARS-CoV-2 adalah batuk yang terlampau sering dalam sejam.

Umumnya batuk kering dan terjadi terus-menerus, secara lebih dari tiga kali 24 jam.

3. Berkurang indera penciuman

Dalam diskusi online bertajuk "Covid-19 Tantangan dan Alternatif Solusi Berbasis Bukti", Erlina mengatakan, berkurangnya fungsi indera penciuman bisa menjadi gejala Covid-19.

Dia mencontohkan, jika biasanya dapat mengenali jenis masakan yang sedang dimasak di dapaur dari kejauhan, orang yang terinfeksi Covid-19 mungkin sulit melakukannya.

Contoh lain, bila ada aroma kuat di sekitar kita, orang lain bisa menciumnya tapi kita tidak, ini bisa jadi tanda bahwa ada gangguan fungsi pernapasan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X