Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/04/2020, 18:03 WIB

KOMPAS.com – Sekelompok peneliti dari berbagai negara menyimpulkan bahwa ekosistem laut global akan kembali pulih pada 2050. Dengan catatan, ada kebijakan serta aksi nyata yang dilakukan secepat mungkin.

Penelitian yang telah dimuat dalam jurnal Nature tersebut juga menekankan, manusia hanya memiliki waktu terbatas untuk bisa mewujudkan hal ini.

Naiknya temperatur, polusi air, dan tingkat keasaman laut yang meningkat sangat berefek buruk pada ekosistem lautan. Para peneliti di University of Hawaii Manoa menyebutkan sekitar 70-90 persen populasi koral dunia diperkirakan akan menghilang dalam waktu 20 tahun mendatang.

Baca juga: Temperatur Meningkat, Spesies Laut “Kabur” ke Wilayah Kutub

Sementara itu, para peneliti lain menggarisbawahi penurunan populasi ikan akibat perubahan iklim.

Ilmuwan setuju akan adanya intervensi dan aksi nyata yang dilakukan untuk mempertahankan populasi lautan. Misal, dengan tidak memburu paus bungkuk di Samudera Atlantik bagian Barat Daya.

Dalam jurnal tersebut, ditekankan bila angka pemulihan ekosistem laut bisa dicapai dalam skala global. Dengan perkiraan, pemulihan global akan tercapai sekitar dua atau tiga dekade mendatang apabila ada aksi nyata dan intervensi yang dilakukan.

Baca juga: Bank Ikan Jaga Laut Wakatobi hingga Dapat Penghargaan dari New York

“Kisah sukses proyek-proyek konservasi lautan dalam beberapa tahun belakangan memberikan ilustrasi bagaimana perubahan bisa terjadi,” tutur Professor Callum Roberts dari Department of Environment and Geography di University of York, seperti dikutip dari CNN, Jumat (3/4/2020).

Peneliti menyebutkan spesies dan lautan itu sendiri harus dipelihara. Habitat harus dikembalikan seperti semula, penangkapan ikan dan hewan laut harus dibatasi, pencemaran lautan dikurangi, dan adanya mitigasi perubahan iklim.

9 Komponen utama pemulihan lautan

Para ilmuwan menyebutkan ada 9 komponen utama dalam pemulihan ekosistem laut secara global. Antara lain seagrass, saltmarshes, bakau, terumbu karang, tiram, perikanan, megafauna, dan laut dalam.

“Penangkapan ikan yang berlebihan dan perubahan iklim sangat berpengaruh terhadap hal ini, namun masih ada harapan untuk pemulihan kembali,” tambah Roberts.

Ilustrasi mangrove (Rhizophora mangle) pohon bakau Ilustrasi mangrove (Rhizophora mangle) pohon bakau

Kini manusia sudah memiliki cara untuk memulihkan komponen penting seperti tiram dan bakau, yang membuat lautan lebih bersih.

Namun kembali lagi, hal paling krusial yang dimiliki dan harus dimanfaatkan manusia adalah waktu.

“Kita masih memiliki kesempatan untuk memberikan anak dan cucu ekosistem laut yang sehat, dan kita punya pengetahuan untuk hal itu,” tutur Dr Carlos Duarte, Professor of Marine Science dari King Abdullah University of Science and Technology.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber CNN
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+