Temperatur Meningkat, Spesies Laut “Kabur” ke Wilayah Kutub

Kompas.com - 02/04/2020, 20:02 WIB
Ilustrasi lautan, mahluk laut, virus di lautan Keiki/ShutterstockIlustrasi lautan, mahluk laut, virus di lautan

KOMPAS.com – Bisa dibilang, perubahan iklim dan pemanasan global adalah mimpi buruk yang jadi kenyataan. Semua elemen pada Bumi harus beradaptasi dengan peningkatan temperatur, termasuk biota laut.

Baru-baru ini, peneliti dari beberapa universitas di Bristol dan Exeter menemukan fakta unik tentang perubahan perilaku hewan laut pasca-pemanasan global.

Penelitian tersebut menggunakan data dan jurnal yang dikumpulkan selama satu abad lamanya. Mereka meneliti 300 spesies burung laut dan hewan laut yang hidup di perairan di sekitar garis khatulistiwa.

Baca juga: Arus Laut Semakin Kencang Akibat Pemanasan Global, Apa Dampaknya?

Para peneliti menemukan bahwa populasi hewan ini semakin meningkat di wilayah kutub dan semakin sedikit jumlahnya di kawasan garis khatulistiwa.

Beberapa contohnya adalah ikan herring Atlantik (Atlantic herring) dan penguin Adelie. Kedua spesies ini dilaporkan berkurang jumlahnya di habitat mereka yaitu sekitar garis khatulistiwa, dan meningkat jumlahnya di sekitar wilayah kutub.

Koral warna-warni di Anilao, Batangas, FilipinaDok. Shutterstock/SARAWUT KUNDEJ Koral warna-warni di Anilao, Batangas, Filipina

Penelitian yang telah dimuat dalam jurnal Current Biology ini mengindikasikan bahwa pemanasan global telah berpengaruh terhadap pergerakan hewan laut.

Baca juga: Akibat Pemanasan Global, 700 Lautan di Dunia Kekurangan Oksigen

“Kami menemukan pola yang sama pada semua kelompok spesies laut, mulai dari plankton sampai invertebrata, dari ikan sampai burung laut,” tutur Martin Genner, ahli ekologi evolusioner dari University of Bristol seperti dikutip dari The Independent, Kamis (2/4/2020).

Para ilmuwan berpendapa beberapa spesies hanya bisa bertahan pada wilayah dengan temperatur air yang cukup dingin. Itulah mengapa pemanasan global membuat mereka bermigrasi ke wilayah kutub.

Baca juga: Meski Tak Bisa Dihindari, 5 Cara Ini Dapat Kurangi Efek Pemanasan Global

Namun, banyak spesies lainnya yang tidak bisa bertahan akibat pemanasan global. Koral misalnya, yang tidak bisa berpindah tempat.

“Beberapa jenis spesies laut menderita karena tidak bisa beradaptasi cukup cepat untuk bertahan. Ini adalah populasi yang sangat terlihat di kawasan garis khatulistiwa,” tutur Louise Rutterford, penulis jurnal sekaligus ilmuwan universitas Bristol dan Exeter.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X