Kompas.com - 01/04/2020, 10:30 WIB
ilustrasi masker shutterstockilustrasi masker

KOMPAS.com - Ketika Anda bepergian keluar rumah tanpa mengenakan masker di Hong Kong, Seoul atau Tokyo, maka Anda akan mendapat tatapan heran.

Sejak awal mula wabah virus corona, warga di beberapa negara telah sepenuhnya mengenakan masker, dan siapa pun yang kedapatan tidak mengenakannya berisiko menjadi paria sosial.

Akan tetapi, di belahan dunia lain, dari Inggris dan Amerika Serikat hingga Australia dan Singapura, bepergian dengan wajah telanjang masih bisa ditolerir.

Mengapa warga beberapa negara mengenakan masker sementara yang lain menghindarinya? Hal ini bukan hanya berkaitan dengan arahan pemerintah dan saran medis - namun juga tentang budaya dan sejarah.

Namun, saat pandemi ini memburuk apakah hal itu akan berubah?

Baca juga: Cegah Penyebaran Corona, Pahami Cara Pakai Masker yang Benar

Kata pemerintah tentang masker

Sejak wabah virus corona bermula, arahan resmi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah sangat jelas. Hanya ada dua jenis orang yang harus mengenakan masker: mereka yang sakit dan menunjukkan gejala Covid-19, dan mereka yang merawat orang yang terduga terinfeksi virus corona.

Lainnya tidak perlu mengenakan masker, dan ada beberapa alasan mengenai hal itu.

Salah satuya adalah bahwa masker itu dipandang bukan sebagai perlindungan yang bisa diandalkan, mengingat penelitian saat ini menunjukkan virus menyebar melalui tetesan ludah dan kontak dengan permukaan yang terkontaminasi.

Jadi, masker bisa melindungi Anda, namun hanya dalam situasi tertentu seperti ketika Anda berada dalam jarak dekat dengan orang lain di lokasi di mana seseorang yang terinfeksi kemungkinan bersin atau batuk di dekat wajah Anda.

Baca juga: WHO: Sekali Lagi, Orang Sehat Tak Perlu Pakai Masker

Ini sebabnya para ahli mengatakan sering mencuci tangan dengan sabun dan air jauh lebih efektif.

Tanpa masker, membutuhkan perhatian khusus untuk menghindari kontaminasi tangan dan itu bisa menimbulkan rasa aman yang keliru.

Ilustrasi warga Malaysia memakai masker.LIM HUEY TENG/REUTERS Ilustrasi warga Malaysia memakai masker.

Namun di beberapa bagian Asia setiap orang sekarang memakai masker dalam kehidupan sehar-hari - ini dipandang lebih aman.

Di China daratan, Hong Kong, Jepang, Thailan dan Taiwan, asumsi luas yang diterima masyrakat bahwa siapa saja bisa menjadi pembawa virus, bahkan orang yang sehat.

Jadi, dalam semangat solidaritas, Anda perlu melindungi orang lain dari diri Anda sendiri.

Beberapa pemerintah mendesak semua warganya untuk mengenakan masker, dan di beberapa bagian di China, Anda bahkan bisa ditahan dan dihukum karena tidak mengenakan masker.

Sementara di Indonesia dan Filipina, yang dicurigai memiliki banyak kasus yang tidak dilaporkan, sebagian besar orang-orang di kota besar mulai mengenakan masker untuk melindungi diri dari orang lain.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER SAINS] Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dikecam | Cat Terputih di Dunia untuk Perangi Pemanasan Global

[POPULER SAINS] Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dikecam | Cat Terputih di Dunia untuk Perangi Pemanasan Global

Oh Begitu
Tenggorokan Kering dan Gatal saat Puasa, Apa yang Harus Dilakukan?

Tenggorokan Kering dan Gatal saat Puasa, Apa yang Harus Dilakukan?

Kita
Anjing Terlatih Bisa Mendeteksi Virus Corona dari Urine Manusia

Anjing Terlatih Bisa Mendeteksi Virus Corona dari Urine Manusia

Oh Begitu
Ilmuwan: Risiko Pembekuan Darah akibat Covid-19 Delapan Kali Lebih Tinggi dari Vaksin AstraZeneca

Ilmuwan: Risiko Pembekuan Darah akibat Covid-19 Delapan Kali Lebih Tinggi dari Vaksin AstraZeneca

Oh Begitu
Fakta Blobfish, Ikan Wajah Gendut yang Dijuluki Hewan Terjelek Sedunia

Fakta Blobfish, Ikan Wajah Gendut yang Dijuluki Hewan Terjelek Sedunia

Oh Begitu
Hasil Uji Vaksin Covid-19 Sinovac di Dunia Nyata, 80 Persen Efektif Cegah Kematian

Hasil Uji Vaksin Covid-19 Sinovac di Dunia Nyata, 80 Persen Efektif Cegah Kematian

Oh Begitu
6 Gejala Infeksi Sinusitis, Sakit Kepala hingga Hidung Tersumbat

6 Gejala Infeksi Sinusitis, Sakit Kepala hingga Hidung Tersumbat

Kita
Jangan Abaikan Jamur di Makanan, Berisiko Sebabkan Penyakit Termasuk Kanker

Jangan Abaikan Jamur di Makanan, Berisiko Sebabkan Penyakit Termasuk Kanker

Oh Begitu
Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dinilai Pelecehan, IDI Diminta Beri Sanksi Tegas

Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dinilai Pelecehan, IDI Diminta Beri Sanksi Tegas

Oh Begitu
Perangi Pemanasan Global, Ilmuwan Ciptakan Cat Paling Putih di Dunia

Perangi Pemanasan Global, Ilmuwan Ciptakan Cat Paling Putih di Dunia

Oh Begitu
BMKG: Siklon Tropis Surigae Tak Memengaruhi Cuaca Jabodetabek

BMKG: Siklon Tropis Surigae Tak Memengaruhi Cuaca Jabodetabek

Fenomena
5 Menu Sahur yang Menjaga Tubuh Tetap Berenergi Selama Puasa

5 Menu Sahur yang Menjaga Tubuh Tetap Berenergi Selama Puasa

Oh Begitu
Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

Oh Begitu
Okultasi Mars di Malam Ramadhan, Catat Waktunya di Wilayah Indonesia

Okultasi Mars di Malam Ramadhan, Catat Waktunya di Wilayah Indonesia

Fenomena
Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan Okultasi Mars oleh Bulan Hari Ini

Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan Okultasi Mars oleh Bulan Hari Ini

Fenomena
komentar
Close Ads X