Berita Baik, Peneliti Temukan Mikroba Pendaur Ulang Plastik

Kompas.com - 31/03/2020, 20:30 WIB
Plastik masih menjadi masalah bagi lingkungan hidup karena sulit untuk didaur ulang. sciencealertPlastik masih menjadi masalah bagi lingkungan hidup karena sulit untuk didaur ulang.

KOMPAS.com - Hingga kini plastik masih menjadi masalah bagi lingkungan hidup karena sulit untuk didaur ulang. Namun, kini ada kabar baik. Peneliti telah mengidentifikasi adanya mikroba yang dapat membantu mengurai salah satu jenis plastik paling sulit.

Mikroba tersebut bernama Pseudomonas sp. TDA1. Bakteri ini menurut peneliti mampu mengunyah beberapa plastik berbasis poliuretan, jenis plastik yang umum digunakan untuk berbagai benda sehari-hari seperti lemari es hingga alas kaki.

Baca juga: Bukti Baru, Penyu Makan Plastik karena Baunya Mirip Makanan

Seperti dikutip dari Science Alert, Selasa (31/3/2020), poliuretan tidak meleleh saat dipanaskan, sehingga sulit dihancurkan. Tetapi nampaknya Pseudomonas sp. TDA1 mampu memetabolisme beberapa komponen kimia yang membentuk plastik jenis ini.

Lebih lanjut menurut tim peneliti, Pseudomonas sp. TDA1 berasal dari sekelompok bakteri yang dikenal mampu menangani senyawa organik beracun.

Selain itu juga Pseudomonas sp. TDA1 merupakan bagian dari keluarga mikroorganisme ekstrofil yang dapat bertahan hidup di lingkungan yang paling keras.

Sampah plastik di pesisir pantai Huntete, Kecamatan Tomia Timur, Wakatobi Sampah plastik di pesisir pantai Huntete, Kecamatan Tomia Timur, Wakatobi

"Temuan ini merupakan langkah penting dan awal yang menjanjikan untuk mendaur ulang poliuretan," ungkap Hermann Heipieper, mikrobiologis dari Helmholtz Centre for Environmental Research UFZ, Jerman.

Namun Heipieper mengingatkan sebelum akhirnya bisa digunakan secara luas, peneliti perlu tahu lebih banyak lagi mengenai proses biokimia di balik metabolisme Pseudomonas sp. TDA1.

Baca juga: Baru Ditemukan di Palung Terdalam Bumi, Spesies Ini Sudah Terkontaminasi Plastik

Pada 2015 lebih dari 3,5 juta ton plastik poliuretan diproduksi di Eropa. Produsen memilih jenis plastik ini karena memang ringan dan fleksibel.

Namun saat plastik tak digunakan dan teronggok dipembuangan akhir, poliuretan dapat mengeluarkan bahan kimia beracun, termasuk yang karsinogenik.

Mari berharap Pseudomonas sp. TDA1 dapat menjadi salah satu harapan untuk memerangi plastik yang sulit didaur ulang. Sebab tak bisa dipungkiri lagi, kini Bumi mengalami darurat limbah plastik dan bisa jadi akan terus bertambah besar di masa depan.

Penelitian ini telah dipublikasikan di Frontiers in Microbiology.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X