Mahluk Laut ini Lindungi Kita dari Jutaan Virus di Lautan

Kompas.com - 31/03/2020, 18:32 WIB
Ilustrasi lautan, mahluk laut, virus di lautan Keiki/ShutterstockIlustrasi lautan, mahluk laut, virus di lautan


KOMPAS.com- Pandemi virus corona yang tengah mewabah secara global, ternyata bukan satu-satunya ancaman. Bumi ini memiliki jutaan virus yang bersemayam di lautan.

Namun, tahukah Anda, ternyata keberadaan mahluk-mahluk laut telah menjadi pelindung dari ancaman virus yang ada di lautan?

Seperti melansir Science Alert, Selasa (31/3/2020), diperkirakan di lautan terdapat puluhan juta jenis virus yang mungkin sedang mengintai, bahkan mungkin tidak sulit untuk menemukan mereka.

Luasnya virosphere yang luar biasa, kata para ilmuwan, ternyata kita belum menyentuh permukaannya. Mungkin saja, ada triliunan spesies.

Baca juga: Foto Satelit Ungkap Rupa Pandemi Virus Corona Dilihat dari Luar Angkasa

Ahli ekologi kelautan Jennifer Welsh dari Royal Netherlands Institute for Sea Research (NIOZ) mengatakan dengan banyaknya jumlah virus yang ada, tidak semua virus menginfeksi setiap mahluk hidup.

Bahkan, beberapa hewan ada yang memangsa virus, dalam arti, dengan mengeluarkannya dari lingkungan.

" Virus adalah entitas biologis paling melimpah di lingkungan laut, namun, terlepas dari potensi implikasi ekologisnya, sedikit yang diketahui tentang penghapusan virus oleh organisme non inang di sekitarnya," jelas Welsh dan timnya dalam sebuah makalah baru.

Baca juga: Hampir 200 Ribu Virus Baru Bersembunyi di Laut, Ini Maknanya bagi Kita

Hewan laut mampu mengurangi kelimpahan virus

Dalam serangkaian percobaan di laboratorium, para peneliti memeriksa bagaimana berbagai organisme laut non inang dapat menghilangkan partikel virus dari lingkungan akuatik mereka.

Baik melalui pemangsaan aktif, maupun melalui mekanisme pasif, seperti filter pengumpan dan organisme yang menciptakan hambatan fisik antara virus parasit dan inangnya.

Dari 10 spesies hewan yang diuji, ternyata kerang, kepiting, tiram dan spons, ternyata paling efektif dalam mengurangi kelimpahan virus.

"Dalam percobaan ini, spons mengurangi kemunculan virus hingga 94 persen dalam waktu tiga jam," kata Welsh.

Dia melanjutkan pada eksperimen lain menunjukkan penyerapan virus memang terjadi sangat cepat dan efektif.

"Bahkan, jika kami memberikan virus baru ke air setiap 20 menit, spons tetap sangat efektif dalam menghilangkan virus," ungkap Welsh.

Kepiting memiliki efektifitas menghilangkan virus di urutan kedua setelah spons.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Virus Misterius Tanpa Gen di Brasil, Seperti Apakah?

Hewan laut ini dapat mengurangi jumlah virus hingga 90 persen selama 24 jam, sementara kerang, kemampuan menyerap dan menghilangkan virus hingga 43 persen, dan tiram sebesar 12 persen.

Meski hasil uji laboratorium sangat mengesankan, namun di alam liar kemungkinan tidak demikian.

Sebab, di lingkungan akuatik seperti laut, tentu akan banyak berbagai perilaku yang dapat memengaruhi. Belum lagi sejumlah variabel lingkungan lain yang berperan di bawah laut.

Baca juga: Ahli Temukan Virus Baru pada Sampel Darah Kucing yang Positif FIV

"Situasinya akan jauh lebih kompleks (di laut), karena banyak spesies hewan lain hadir dan saling memengaruhi," sambung Welsh.

Misalnya, saat tiram menyaring dan kepiting datang, ia akan menutup katupnya dan berhenting menyaring.

Selain itu, ada banyak faktor yang akan memengaruhi penyaringan virus, seperti arus pasang surut air laut, suhu, hingga cahaya UV.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X