Cegah Penyebaran Corona, Pakar Desak Pemerintah Terapkan Karantina Pulau

Kompas.com - 31/03/2020, 18:01 WIB
Wali Kota Dedy Yon Supriyono dan anggota Forkompimda Kota Tegal usai menutup akses perbatasan Kota dan Kabupaten Tegal di Kelurahan Debong, Tegal Selatan, Minggu (30/3/2020) KOMPAS.com/Tresno SetiadiWali Kota Dedy Yon Supriyono dan anggota Forkompimda Kota Tegal usai menutup akses perbatasan Kota dan Kabupaten Tegal di Kelurahan Debong, Tegal Selatan, Minggu (30/3/2020)

KOMPAS.com - Sejumlah wilayah dan kota di Indonesia telah menerapkan karantina lokal menyusul terus bertambahnya jumlah kasus Covid-19 di Indonesia.

Tegal telah menerapkan karantina lokal mulai 30 Maret menyusul ada seorang warga yang positif terinfeksi Covid-19. Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengatakan, penutupan akses masuk dan keluar Kota Tegal.

Sebanyak 49 titik akses masuk ke Kota Tegal akan ditutup dengan dengan beton movable concrete barrier (MCB) mulai 30 Maret 2020 hingga 30 Juli 2020.

Dedy menyebutkan, semua jalan akan ditutup kecuali jalur provinsi dan nasional.

Baca juga: Skenario Terburuk Corona di Indonesia: Hampir 2,5 Juta Orang Perlu Perawatan Intensif

Tasikmalaya, Jawa Barat juga akan memberlakukan karantina wilayah mulai 31 Maret 2020. Kebijakan ini diambil setelah lima warga Tasikmalaya diketahui positif terinfeksi Covid-19.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga telah meminta pemberlakuan karantina wilayah DKI Jakarta demi mencegah penyebaran virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2) penyebab Covid-19. Permintaan itu disampaikan Anies kepada pemerintah pusat.

Berkaitan dengan karantina wilayah ini, apakah cara ini cukup efektif menekan angka penyebaran Covid-19?

Pandu Riono, pakar epidemiologi Universitas Indonesia, salah satu tim anggota yang menyusun draf skenario pemodelan penyebaran Covid-19 di Indonesia atau Covid-19 Modelling Scenarios Indonesia mengatakan, karantina wilayah tidak akan berpengaruh besar dalam menekan jumlah penyebaran Covid-19 di Indonesia.

"Kalau saat ini, enggak bisa (karantina) cuma satu provinsi, apalagi satu kota saja seperti kota Tegal, kota Malang, atau kota Bekasi. Ya itu enggak cukup," ujar Pandu kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin (30/3/2020).

Karantina pulau

"Kalau saya anjurkan, bukan lagi wilayah administratif, seperti provinsi, kabupaten, dan sebagainya. Kalau saya mengatakan karantina pulau," imbuhnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X