Kompas.com - 18/03/2020, 13:30 WIB
Ilustrasi social distancing ShutterstockIlustrasi social distancing

KOMPAS.com – Virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19 semakin menyebar di Indonesia. Banyak warga yang mulai menerapkan Work from Home (WFH) juga social distancing, satu hal baik yang memang harus dilakukan dan direkomendasikan oleh WHO.

Dengan social distancing, kita mencegah diri sendiri terpapar Covid-19 dan “menyelamatkan” ranjang rumah sakit untuk pasien yang benar-benar membutuhkan. Mengingat jumlah petugas medis pun terbatas.

Baca juga: Panduan Mencegah Virus Corona dengan Social Distancing, Apa Itu?

Namun banyak orang bertanya-tanya, sampai kapan WFH dan social distancing ini harus diterapkan?

Dr Anthony Fauci selaku Director of National Institute of Allergy and Infectious Disease menyebutkan bahwa virus ini akan tetap mengifeksi orang sampai ditemukannya vaksin.

“Faktanya, virus ini akan tetap menginfeksi manusia dan menjadi outbreak sampai ditemukannya vaksin atau pengobatan,” tuturnya seperti dikutip dari Vox, Rabu (18/3/2020).

Baca juga: Social Distancing, Cara Terbaik Melawan Corona yang Harus Kita Semua Lakukan

Hal tersebut dibenarkan oleh Adam Kucharski, ahli epidemiologi di London School of Hygiene & Tropical Medicine.

“Virus ini akan terus menyebar, diperkirakan selama satu atau dua tahun, jadi cobalah kita berpikir dalam jangka waktu tersebut. Tidak ada opsi baik di sini,” tuturnya.

Social distancing dalam waktu lama

Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Covid-19 Response Team di Imperial College of London menyebutkan bahwa social distancing efektif dalam menurunkan angka infeksi jika dilakukan dalam waktu lama.

Dalam analisis mereka, self isolation dan karantina untuk orang tua tanpa social distancing tetap akan menimbulkan ratusan bahkan ribuan kematian.

Baca juga: WHO: Tunjukkan Solidaritas dengan Cuci Tangan dan Tidak Panic Buying

Social distancing dari seluruh populasi akan bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa. Namun hal yang perlu diperhatikan, social distancing ini harus dilakukan secara konsisten sampai vaksin atau pengobatan Covid-19 ditemukan.

“Mungkin selama 18 bulan, atau lebih dari itu,” sebut laporan tersebut.



Sumber Vox
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X