BMKG Prediksi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang sampai Besok

Kompas.com - 18/03/2020, 13:03 WIB
Ilustrasi hujan shutterstockIlustrasi hujan

KOMPAS.com - Tagar #DiRumahAja saat ini lagi marak digaungkan sebagai antisipasi penularan virus corona. Tapi baiknya Anda memang tetap di rumah saja karena beberapa wilayah Indonesia diprediksi akan terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan kilat atau petir.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca berpotensi hujan lebat disertai angin kencang dan kilat atau petir berlaku hari ini sampai esok hari, 18-19 Maret 2020.

Menurut Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi, Dr Widada Sulistya DEA, prediksi tersebut dibuat berdasarkan beberapa analisis kondisi cuaca yang ada.

Baca juga: Hujan Lebat dan Angin Kencang hingga Besok, Ini Daftar Wilayahnya

Antara lain intrusi massa udara kering di BBU melintasi wilayah perairan Utara Pulau Kalimantan dan di BBS melintasi Laut Arafuru bagian Barat.

"Wilayah di depan muka intrusi akan menjadi lebih lembap," kata Widada dalam keterangan tertulisnya.

Massa udara basah di lapisan rendah terkonsentrasi di sebagian besar wilayah Indonesia kecuali di Riau bagian Timur, Kepulauan Riau, Jawa bagian Tengah, dan Maluku Utara.

Baca juga: Hingga Besok, Wilayah Berikut Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

Daerah yang memiliki potensi konvektif dari faktor lokal dengan nilai indeks labilitas atmosfer sedang hingga kuat terdapat di 12 provinsi Indonesia.

Antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

"Terdapat sirkulasi siklonik di perairan Barat Aceh yang membentuk konvergensi di Sumatera Selatan - Bengkulu dan belokan angin di Pesisir Barat Sumatera," ujarnya.

Baca juga: Akhir Pekan, Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Wilayah Ini

Konvergensi juga terbentuk memanjang di Jawa bagian barat, dari Kalimantan bag Utara hingga Kalimantan Tengah dan dari Papua Barat hingga Papua. Belokan angin terdapat di Pesisir Barat Sumatera, Laut Jawa bag Barat, Sulawesi bagian Tengah dan Selatan dan Papua.

Hujan lebat, 18 Maret 2020

- Sumatera Barat

- Kepulauan Bangka Belitung

- Lampung

- Jawa Barat

- Yogyakarta

- Kalimantan Tengah

- Kalimantan Utara

- Kalimantan Timur

- Sulawesi Tengah

- Sulawesi Barat

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gejala Presimptomatik Muncul Setelah Setelah Diagnosis Positif Corona

Gejala Presimptomatik Muncul Setelah Setelah Diagnosis Positif Corona

Fenomena
Perdebatan Waktu Berjemur Paling Sehat, Ini Penelitian di Indonesia

Perdebatan Waktu Berjemur Paling Sehat, Ini Penelitian di Indonesia

Oh Begitu
Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Fenomena
Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Fenomena
Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Fenomena
Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fenomena
Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Oh Begitu
Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Oh Begitu
Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Oh Begitu
Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Oh Begitu
Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Fenomena
Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Oh Begitu
Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Oh Begitu
Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Oh Begitu
Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Oh Begitu
komentar
Close Ads X