WHO: Tunjukkan Solidaritas dengan Cuci Tangan dan Tidak Panic Buying

Kompas.com - 17/03/2020, 19:45 WIB
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus Pada rapat tahunan Munich Security Conference di Jerman 15 Februari 2020. REUTERS/Andreas Gebert ANDREAS GEBERTDirektur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus Pada rapat tahunan Munich Security Conference di Jerman 15 Februari 2020. REUTERS/Andreas Gebert

KOMPAS.com - Menghadapi pandemi Covid-19, WHO meminta semua orang untuk menunjukkan solidaritas kemanusiaan dengan mencuci tangan dan tidak panic buying atau membeli dalam jumlah banyak dan menimbun.

Dalam konferensi pers di Jenewa pada Senin (16/3/2020), Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut bahwa krisis Covid-19 adalah ujian bagi kita semua, ujian atas kepercayaan kita terhadap sains dan ujian solidaritas kemanusiaan kita.

"Sejauh ini, kami telah melihat epidemik di negara-negara dengan sistem kesehatan yang maju. Tapi bahkan mereka saja kesulitan," ujar Ghebreyesus

"Sementara virus ini bergerak ke negara-negara berpendapat rendah, kami sangat khawatir tentang dampaknya terhadap populasi dengan prevalensi HIV tinggi, atau terhadap anak-anak malnutrisi," imbuhnya lagi.

Baca juga: WHO: Penanganan Covid-19 di Semua Negara Harus Komprehensif

"Itulah sebabnya, kami memanggil kepada semua negara dan semua individu untuk menghentikan transmisi," kata Ghebreyesus.

Tanggung jawab ini tidak hanya dibebankan kepada para pemerintah dunia yang diminta oleh WHO untuk meningkatkan pengetesan, isolasi dan penelusuran kontak selain menerapkan social distancing; tetapi juga kepada kita semua untuk ikut mengambil peran dalam menghentikan Covid-19.

Salah satu caranya dengan mencuci tangan.

Mencuci tangan, ujar Ghebreyesus, tidak hanya menurunkan risiko kita untuk terinfeksi Covid-19, tetapi juga menurunkan risiko kita menulari orang lain dalam komunitas kita.

Baca juga: Panduan Mencegah Virus Corona, Cara Cuci Tangan yang Benar

Selain cuci tangan, WHO juga meminta kepada semua orang untuk tidak memborong barang-barang penting di pasaran (panic buying) dan melakukan penimbunan.

"Penimbunan bisa menyebabkan kekurangan obat-obatan dan produk penting lainnya, yang bisa memperburuk penderitaan," ujarnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gejala Presimptomatik Muncul Setelah Setelah Diagnosis Positif Corona

Gejala Presimptomatik Muncul Setelah Setelah Diagnosis Positif Corona

Fenomena
Perdebatan Waktu Berjemur Paling Sehat, Ini Penelitian di Indonesia

Perdebatan Waktu Berjemur Paling Sehat, Ini Penelitian di Indonesia

Oh Begitu
Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Fenomena
Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Fenomena
Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Fenomena
Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fenomena
Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Oh Begitu
Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Oh Begitu
Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Oh Begitu
Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Oh Begitu
Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Fenomena
Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Oh Begitu
Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Oh Begitu
Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Oh Begitu
Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Oh Begitu
komentar
Close Ads X