Memaknai Rakornas BAZNAS 2021, Menciptakan Ekosistem Zakat Indonesia

Kompas.com - 13/04/2021, 13:01 WIB
Ilustrasi Tangkapan layar Baznas.go.idIlustrasi

Oleh: Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA*

BADAN Amil Zakat Nasional (BAZNAS) adalah Lembaga Pemerintah Nonstruktural yang dibentuk pemerintah untuk melakukan pengelolaan zakat nasional dalam rangka mengatasi problem mustahik (penerima zakat). Khususnya untuk ikut serta mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan umat dan bangsa.

Sebagai institusi yang dipercaya untuk mengelola zakat secara nasional, maka di daerah provinsi dibentuk BAZNAS Provinsi dengan SK Gubernur dan dilantik oleh gubernur.

Demikian juga untuk kabupaten/kota, BAZNAS di-SK-kan oleh bupati/wali kota, meski personilnya dipilih oleh tim seleksi yang kemudian tim seleksi mengirim dua kali jumlah personil yang dibituhkan ke BAZNAS RI untuk mendapat pertimbangan yang akan diturunkan separuh dari jumlah yang diusulkan.

Baca juga: Baznas DKI Jakarta Buka Lowongan Relawan Ramadhan, Ini Kualifikasi dan Cara Mendaftar

Dalam rangka menjangkau muzakki ( pembayar zakat ) yang ada di berbagai komunitas BAZNAS maupun BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota, maka dapat membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

BAZNAS juga melakukan pengelolaan terhadap lembaga amil zakat yang dibentuk oleh masyarakat (LAZ). Dalam konteks ini, BAZNAS harus bisa memastikan bahwa pelaksanaan zakat di Indonesia harus sesuai regulasi, sesuai dengan hukum Islam dan sesuai dengan tujuan bangsa dan negara yang disebut aman regulasi, aman syar'ie, dan aman NKRI.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Zakat 2021, penulis menyampaikan bahwa salah satu tantangan eksternal BAZNAS adalah merespons dan memberikan solusi mengatasi kemiskinan, baik di bidang kesehatan, pendidikan, maupun menjadikan mereka para mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat).

Sebagai lembaga umat juga harus cepat memberikan bantuan saat terjadi bencana dan sekaligus ikut membendung ekstremisme dan radikalisme yang mengatasnamakan agama.

Baca juga: Beasiswa SMP Cendekia Baznas Dibuka, Bebas Biaya Sekolah dan Hidup

Titik tekan Rakornas adalah ingin menciptakan ekosistem zakat yang agamis dan humanis. Oleh karena itu, kami memaknai bahwa amilin amilat termasuk pemerintah adalah "rasul-rasul" kecil yang diperintahkan oleh Allah untuk menfasilitasi mengambil harta Allah yang dititipkan kepada muzakki untuk diberikan kepada mustahik. (QS 70 : 23 - 25 , QS 9 : 103).

Salah satu gunanya adalah untuk mengatasi orang terzhalimi, orang yg butuh makan, menyantuni yatim dan orang miskin ( QS.90 : 13- 15), dan tujuan besarnya adalah agar tercipta keseimbangan ekonomi. Jangan sampai harta hanya berputar di kalangan orang kaya saja (QS 59 : 7 ).

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar