Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Savyavasa, Apartemen Ramah Hewan Peliharaan Hadir Kuartal II-2025

Kompas.com - 29/01/2024, 08:49 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Tinggal di hunian yang ramah terhadap hewan peliharaan kini bukanlah sekadar impian. Savyavasa dan Petskita mempersembahkan #LiveWellwithYourPets, sebuah inisiatif untuk merayakan hewan peliharaan sebagai bagian dari keluarga tercinta dan pentingnya menjaga kesejahteraan mereka.

Terletak di jantung Dharmawangsa, kawasan eksklusif Jakarta Selatan, Savyavasa, menawarkan apartemen kontemporer dengan konsep smart living.

Apartemen ini dirancang tidak hanya untuk manusia tetapi juga untuk kesejahteraan hewan peliharaan penghuni.

Euromonitor Internasional melaporkan populasi hewan peliharaan di Indonesia meningkat hampir dua kali lipat dalam kurun waktu 2018 (2,831 juta hewan) hingga 2022 (5,5 juta hewan).

Menariknya, 67 persen keluarga diprediksi memiliki setidaknya satu hewan peliharaan. Akibatnya, pangsa pasar makanan hewan di negara ini menjadi kedua terbesar di Asia Tenggara.

Baca juga: Apartemen Pakuwon Jadi Primadona di Surabaya

Industri pet care di Indonesia diperkirakan mencapai 2,298,44 juta dollar AS pada 2023 dan diprediksi akan melampaui 5,883,2 juta dollar AS pada 2033, dengan CAGR sebesar 9,5 persen dari 2023 hingga 2033.

drh. Muhamad Jami Ramadhan mengatakan, seiring dengan meningkatnya kepemilikan hewan peliharaan, pet parents harus bisa menjaga keseimbangan agar hewan peliharaan mereka tetap happy dan healthy.

Lalu, bagaimana cara melakukannya?

Hal pertama yang dibutuhkan hewan peliharaan adalah makanan yang bergizi seimbang sesuai dengan kebutuhan masing-masing spesies.

Langkah kedua yakni memantau kesehatan hewan peliharaan dengan rutin melakukan check-up ke dokter hewan, rutin melakukan vaksinasi, serta selalu merawat kebersihan mereka agar terhindar dari kutu, jamur, dan penyakit lainnya.

Interior ruang keluarga SavyavasaJSI dan Swire Properties Interior ruang keluarga Savyavasa
"Terakhir, pet parents harus memastikan hewan peliharaannya memiliki ruang gerak yang cukup untuk mereka berlatih dan bermain,” ucap Jami.

Menanggapi kebutuhan tersebut, Savyavasa hadir sebagai hunian mewah ramah hewan peliharaan. Proyek ini dibangun di atas lahan seluas tiga hektar, yang mencakup 402 unit dengan sejumlah fasilitas.

Savyavasa yang merupakan kolaborasi Swire Properties Hong Kong dan PT Jakarta Setiabudi International Tbk, siap diserahterimakan kepada konsumen pada Kuartal II-2025.  

COO Jakarta Setiabudi Internasional Group sekaligus Direktur dari PT Jantra Swarna Dipta Bram Van Hoof menambahkan, #LiveWellwithYourPets merupakan sebuah inisiatif yang fokus pada kesejahteraan hewan peliharaan di rumah.

Baca juga: Tahun 2024, Saat Terbaik Beli Apartemen

Kolaborasi ini mencerminkan kesamaan nilai dan misi, yakni komitmen terhadap keunggulan, inovasi dan inklusivitas.

"Kami percaya bahwa kemewahan yang sesungguhnya bukan hanya tentang estetika atau fasilitas, namun juga tentang menciptakan lingkungan holistik dengan cara memperhatikan setiap anggota keluarga, termasuk hewan kesayangan mereka,” ungkap Bram.

Selain ramah hewan peliharaan, Savvyavasa juga dilengkapi fasilitas jogging trail sepanjang 1 kilometer yang dikelilingi oleh lebih dari 300 pepohonan hijau, soil moisture sensor, urban forest, water recycling, compost processing, serta teknologi dalam ruangan yang mencakup smart air filters dan air quality sensors.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Kuningan: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Kuningan: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kota Cirebon: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kota Cirebon: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Tasikmalaya: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Tasikmalaya: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Kementerian ATR/BPN Gandeng BUMN dan Swasta, Bina Warga Manfaatkan Tanah Hasil Redistribusi

Kementerian ATR/BPN Gandeng BUMN dan Swasta, Bina Warga Manfaatkan Tanah Hasil Redistribusi

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Pangandaran: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Pangandaran: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Hingga 30 April Berlaku Diskon Tarif KA dari Surabaya dan Malang

Hingga 30 April Berlaku Diskon Tarif KA dari Surabaya dan Malang

Berita
Melongok Wajah Baru Kantor BPN Kabupaten Bekasi, Sejuk dan Nyaman

Melongok Wajah Baru Kantor BPN Kabupaten Bekasi, Sejuk dan Nyaman

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Subang: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Subang: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Senin Besok, Presiden Jokowi Resmikan Bandara Panua Pohuwato Gorontalo

Senin Besok, Presiden Jokowi Resmikan Bandara Panua Pohuwato Gorontalo

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Bekasi: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Bekasi: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Begini Cara Tepat Membersihkan Karpet di Rumah Anda

Begini Cara Tepat Membersihkan Karpet di Rumah Anda

Tips
Lewat Konsolidasi Tanah, Harga Properti di Desa Gasol Naik hingga Rp 500.000 Per Meter Persegi

Lewat Konsolidasi Tanah, Harga Properti di Desa Gasol Naik hingga Rp 500.000 Per Meter Persegi

Berita
Cara Tepat Membersihkan Karpet yang Dipasang Permanen

Cara Tepat Membersihkan Karpet yang Dipasang Permanen

Tips
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Cirebon: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Cirebon: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Sengketa Tanah Wakaf Terjadi karena Misinterpretasi

Sengketa Tanah Wakaf Terjadi karena Misinterpretasi

Berita
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com