Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 29/11/2022, 21:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meluncurkan buku Peta Deagregasi Bahaya Gempa Indonesia untuk Perencanaan dan Evaluasi Infrastruktur Tahan Gempa pada Selasa (29/11/2022).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR Zainal Fatah mengatakan, peta deagregasi ini bisa menjadi pedoman mitigasi kerusakan bangunan akibat gempa.

"Dengan adanya peta ini kita akan jauh lebih mudah untuk memitigasi kerusakan bangunan akibat gempa," ucap Zainal.

Lanjutnya, peningkatan ancaman bahaya gempa yang terjadi setiap tahun di Indonesia perlu disiasati karena selain menimbulkan korban jiwa tetapi juga kerusakan infrastruktur dengan kerugian materiil dalam jumlah besar.

Oleh karena itu dibutuhkan kebijakan teknis berupa standar, pedoman maupun kriteria penguatan infrastruktur tahan gempa yang harus diterapkan dalam proses perencanaan secara konsisten.

Baca juga: Menilik Pentingnya Konstruksi Anti-gempa di Gedung Bertingkat

Peta deagregasi bisa menentukan berapa besar kontribusi bahaya gempa yang dominan terjadi dari suatu site ke sumber gempa dengan mempertimbangkan nilai magnitude (M) dan jarak (R).

Selanjutnya, hasil tersebut akan dianalisis lewat Linear Response History Analysis (LRHA) atau Non-linear Response History Analysis (NLRHA) untuk mendapatkan struktur bangunan yang aman.

Sementara itu, Ketua Tim Penyusun Peta Deagregasi Bahaya Gempa Indonesia M Asrurifak menjelaskan, buku peta yang baru diluncurkan tadi bisa digunakan untuk perancangan semua bangunan.

"Jadi, prinsipnya untuk seluruh infrastruktur. Jadi dengan adanya peta deagregasi ini nanti perencana bisa memilih (standar perencanaan infrastruktur) gempa apa yang cocok untuk wilayah tersebut," paparnya.

Selain untuk perencanaan, peta deagregasi tersebut juga digunakan sebagai evaluasi kekuatan tahan gempa dari sebuah bangunan hingga potensi terjadi gempa di sekitarnya.

Baca juga: Bangun Rumah Anti-gempa dengan Metode RISHA, Cuma Rp 50 Juta

Tercatat ada 144 peta deagregasi bahaya gempa di seluruh Indonesia karena setiap wilayah memiliki potensi gempa yang berbeda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+