Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bareng Bank Dunia, Pemerintah Bedah 80 Rumah Buruh Tani di Tidore Kepulauan

Kompas.com - 17/11/2022, 10:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 80 rumah tidak layak huni (RTLH) milik buruh tani dan para pekerja informal lainnya disalurkan di Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara (Malut).

Bantuan ini disalurkan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) National Affordable Housing Program (NAHP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerja sama dengan Bank Dunia.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto menuturkan hal ini dalam rilis, Kamis (17/11/2022).

"Kami (Kementerian PUPR) bersama dengan Bank Dunia menyalurkan Progran BSPS NAHP untuk membantu masyarakat meningkatkan kualitas rumah agar lebih layak huni," terang Iwan.

Berdasarkan data yang ada di Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Maluku, sebanyak 80 RTLH mendapatkan Program BSPS NAHP ini tersebar di Desa Akesai 19 unit, Beringin Jaya 21 unit, dan Koli 40 unit.

Dana program BSPS yang disalurkan Kementerian PUPR melalui Direktorat Rumah Swadaya Ditjen Perumahan Kementerian PUPR sekitar Rp 20 juta per unit rumah.

Baca juga: Siapa yang Berhak Dapat Bantuan Bedah Rumah? Ini Syaratnya

Dana tersebut dapat digunakan masyarakat untuk membeli bahan bangunan Rp 17,5 juta di toko bangunan yang ditunjuk oleh kelompok masyarakat penerima bantuan. Sementara sisanya, Rp 2,5 juta untuk membayar upah tukang.

Menurut Iwan, program BSPS ini masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Selain membedah rumah, Kementerian PUPR juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat melalui padat karya tunai BSPS.

Iwan berharap agar semua pihak bisa terlibat dalam program BSPS tersebut, salah satunya melalui Pemerintah Daerah (Pemda).

Menurut dia, Pemda bisa mengkoordinasikan dan memberikan data masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan dan mengajak sektor swasta untuk mengalokasikan dana corporate social resposibility (CSR) nya lewat bedah rumah ini.

"Jadi perencanaan pembangunan rumah masyarakat didampingi Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL)," tambah dia.

Iwan juga meminta agar masyarakat harus terlibat aktif dan memanfaatkan dana yang ada sebaik mungkin agar rumahnya menjadi lebih layak.

"Dan pastinya Program BSPS ini bebas potongan dan pungutan dari pihak manapun," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+