Kompas.com - 20/11/2021, 08:00 WIB
Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Nasdem Taufiqulhadi. Fabian Januarius KuwadoAnggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Nasdem Taufiqulhadi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Staf Khusus dan Juru Bicara Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Teuku Taufiqulhadi meminta petugas BPN di berbagai wilayah untuk mewaspadai beredarnya girik palsu.

"Saya minta dan berharap BPN di seluruh Indonesia dapat memitigasi praktik mafia tanah salah satunya dengan mewaspadai beredarnya girik palsu," kata Taufiqulhadi kepada Kompas.com, Jumat (19/11/2021).

Taufiqulhadi menjelaskan girik palsu sering kali digunakan oleh mafia tanah di lapangan untuk menguasai lahan secara ilegal.

Mafia tanah biasanya akan membeli sebagian lahan yang diincarnya, kemudian secara perlahan menguasai lahan yang ada di sekitarnya dengan menerbitkan girik palsu.

Baca juga: Dinilai Bak Pemadam Kebakaran, BPN Responsif Jika Korban Mafia Tanah Figur Publik

"Jadi setelah mafia tanah itu menemukan lahan yang potensial untuk dikuasai, maka biasanya mereka akan membeli sebagian lahan itu lalu dibuatlah girik palsu untuk menguasai lahan di sekitarnya," ujarnya.

Selanjutnya, mafia tanah juga akan meminta persetujuan atau pengesahan girik palsu tersebut kepada kelurahan hingga ke pengadilan.

Girik palsu itu kemudian dimintakan persetujuannya ke lurah, dan setelah dokumen lengkap mereka membawa girik palsu itu ke pengadilan.

Taufiqulhadi mengingatkan petugas BPN untuk tidak terlibat dengan jaringan mafia tanah.

Kementerian ATR/BPN tak segan akan melakukan tindakan tegas kepada oknum internal BPN yang ketahuan membantu praktik-praktik mafia tanah.

"Saya minta teliti, cek keaslian girik, dan petugas BPN pasti faham mana girik yang asli dan yang palsu. Jangan pura-pura tidak tahu kalau girik ini ternyata palsu," tegasnya.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.