YLKI Minta Transparansi Soal Tarif Tol Cengkareng-Kunciran yang Dinilai Mahal

Kompas.com - 10/11/2021, 06:00 WIB
Gerbang Tol Benda Utama di ruas Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran. Dok. Jasa MargaGerbang Tol Benda Utama di ruas Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tarif Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran (CBK) resmi berlaku mulai 11 November 2021 pada pukul 00.00 WIB.

Dengan penetapan tarif ini, biaya yang harus dikeluarkan pengguna jalan tol golongan I yang melakukan perjalanan menerus dari Pamulang menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebesar Rp 56.500.

Nilai tersebut berdasarkan rincian Jalan Tol Pamulang-Serpong Rp 11.000, Jalan Tol Serpong-Kunciran Rp 20.000 dan Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran sebesar Rp 25.500, pada saat bertransaksi di Gerbang Tol (GT) Benda Utama.

"Begitupun sebaliknya, untuk penguna jalan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Pamulang yang menggunakan rute ini," tutur Direktur Utama PT JKC Dadan Waradia.

Baca juga: Dari Pamulang ke Bandara Soekarno-Hatta Lewat Tol Cengkareng-Kunciran Rp 56.500

Sementara umumnya besaran tarif jalan tol untuk jarak terjauh meliputi, Golongan I Rp. 25.500, Golongan II Rp. 38.000, Golongan III Rp. 38.000, Golongan IV Rp. 51.000, dan Golongan V Rp. 51.000.

Namun, masyarakat merespons besaran tarif tersebut cukup mahal. Hal ini mengingat panjang tol hanya 14,19 kilometer, dan digadang sebagai akses alternatif menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta bagi masyarakat Tangerang dan sekitarnya.

Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai, pada dasarnya tarif tol ditentukan oleh biaya investasi.

Investasi ini kemudian diimplementasikan berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK), ability to pay (ATP) dan willingness to pay (WTP) atau analisis kemampuan dan kemauan membayar.

Baca juga: Ini Rincian Tarif Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran

"Dalam hal ini, operator tol tersebut harus transparan berapa ATP dan WTP-nya? Ini yang sepertinya belum transparan," katanya kepada Kompas.com, Selasa (09/11/2021).

Oleh karena itu, dia meminta Kementerian PUPR, Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT), dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yaitu PT JKC untuk transparan terkait nilai ATP dan WTP pada konsumen.

"Selain itu, tarif tersebut harus berbasis kemampuan BUJT dalam memenuhi standar pelayanan minimal (SPM)," ujarnya.

Sebagai informasi, ruas tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran dikelola oleh PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC) dengan nilai investasi sebesar Rp 1,96 triliun.

Adapun pemberlakuan tarif tol tertuang dalam Keputusan Menteri PUPR No.1317/KPTS/M/2021 tanggal 27 Oktober 2021 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif Tol Pada Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.