Kompas.com - 16/09/2021, 13:00 WIB
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) membuka kesempatan kerja bagi 2.400 orang untuk bergabung mendukung operasionalsiasi Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) pada 2021. Dokumentasi KCICPT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) membuka kesempatan kerja bagi 2.400 orang untuk bergabung mendukung operasionalsiasi Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) pada 2021.

JAKARTA, KOMPAS.com - The Habibie Center mengungkapkan hingga saat ini belum ada keterlibatan penyandang disabilitas dalam pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Hal itu berdasarkan hasil riset The Habibie Center bertema 'Aksesibilitas dan Inklusivitas Layanan Transportasi Publik di Indonesia : Kajian Komparatif antara Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta dan Kereta Cepat Jakarta Bandung', Rabu (15/09/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Berdasarkan penelitian yang kami lakukan bahwa PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) hingga saat ini belum melibatkan secara langsung komunitas penyandang disabilitas terkait pembangunan aksesibilitas dan fasilitas KCJB," kata Peneliti The Habibie Center
Luthfy Ramiz dalam paparannya secara virtual, Rabu (15/09/2021).

Luthfy menjelaskan keterlibatan penyandang disabilitas seharusnya dilakukan sejak tahap desain dan perencanaan pembangunan transportasi publik.

Baca juga: Progres 78,65 Persen, Uji Coba Kereta Cepat Jakarta Bandung November 2022

Alasannya, agar fasilitas publik penyandang disabilitas yang disediakan dapat mengakomodir sesuai dengan kebutuhan mereka.

Selain itu, keterlibatan kelompok disabilitas dalam rencana desain juga sangat penting terutama dalam menghemat anggaran proyek tersebut.

"Jadi dibandingkan renovasi, atau melibatkan penyandang disabilitas setelah proyek itu beroperasi justru akan lebih mahal biayanya," ujarnya.

Luthfy mencontohkan PT MRT Jakarta (Perseroda) yang telah melibatkan penyandang disabilitas sejak awal desain perencanaan pembangunannya.

Bahkan, kelompok difabel telah diikutsertakan sejak tahap feasibility study (studi kelayakan) proyek tersebut.

"Penyandang disabilitas terlibat dalam desain dan perencanaan pembangunan MRT Jakarta sejak MRT belum dibangun yaitu pada tahun 1990 hingga tahun 2000-an," paparnya. 

Baca juga: Fasilitas Khusus Difabel yang Wajib Disediakan Perusahaan Kereta Api

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.