Progres 78,65 Persen, Kereta Cepat Jakarta Bandung Diuji Coba November 2022

Kompas.com - 16/09/2021, 12:30 WIB
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) membuka kesempatan kerja bagi 2.400 orang untuk bergabung mendukung operasionalsiasi Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) pada 2021. Dokumentasi KCICPT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) membuka kesempatan kerja bagi 2.400 orang untuk bergabung mendukung operasionalsiasi Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) pada 2021.

JAKARTA, KOMPAS.com - General Manager Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Mirza Soraya mengungkapkan, pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCIC) telah mencapai progres 78,65 persen.

"Sampai saat ini proyek KCJB sudah menyentuh 78,65 persen. Beragam upaya untuk percepatan pembangunan terus dilakukan seperti pengerjaan di 234 titik konstruksi secara bersamaan," kata Mirza kepada Kompas.com, Kamis (16/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Mirza, KCIC terus melakukan beragam upaya percepatan pembangunan KCJB agar proyek tersebut dapat beroperasi pada akhir tahun 2022.

KCIC juga menargetkan, uji coba proyek KCJB bakal dilakukan November 2022 mendatang.

"Dengan pencapaian ini, PT KCIC optimistis bahwa target pengoperasian KCBJ pada akhir tahun 2022 akan tercapai," ujarnya.

Baca juga: Area Proyek KCJB Tambah Luas Jadi 6,7 Juta Meter Persegi

Jalur KCJB membentang sepanjang 142,3 kilometer dengan empat stasiun yang terdiri dari Stasiun Halim di Jakarta, Stasiun Karawang, Stasiun Hub di Padalarang dan Stasiun Tegalluar, Bandung.

Selain membangun proyek kereta api, PT KCIC juga menyiapkan konsep Transit Oriented Development (TOD) di setiap titik pemberhentian KCJB.

Di antaranya ada Superblock Halim dengan total luas area 19,2 hektar, Kotawana Karawang seluas 250 hektar, Walini Raya 1.270 hektar, dan Tegalluar 340 hektar.

Sesuai dengan nama konsepnya, TOD sebagai metode pengembangan kawasan urban yang terintegrasi dengan sistem transportasi massal, mampu melayani berbagai dimensi kebutuhan masyarakat dalam suatu kawasan (one stop living), mulai dari area pemukiman, perkantoran, kawasan ritel, dan area hiburan.

Mirza menyebutkan stasiun pemberhentian KCJB juga akan dirancang dengan perpaduan modern-kultural dengan fasilitas yang dapat membuat pengunjung nyaman.

Baca juga: Tak Hanya KCJB, Ini Proyek Kereta Cepat Dunia yang Biayanya Membengkak

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.