Kompas.com - 06/08/2021, 15:00 WIB
Untuk pelaksanaan Sistem Penataan Agraria Berkelanjutan (SPAB) maka akan dilakukan penatagunaan tanah melalui instrumen Neraca Penatagunaan Tanah (NPGT). Kementrian ATR/BPNUntuk pelaksanaan Sistem Penataan Agraria Berkelanjutan (SPAB) maka akan dilakukan penatagunaan tanah melalui instrumen Neraca Penatagunaan Tanah (NPGT).

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk melaksanakan Sistem Penataan Agraria Berkelanjutan (SPAB)  oleh Direktorat Jenderal Penataan Agraria, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), maka harus dilakukan Penatagunaan Tanah.

Sistem penatagunaan tanah diperlukan untuk memberi arahan makro program pertanahan dan program sektoral lainnya di dalam kerangka SPAB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dirjen Penataan Agraria, Andi Tenrisau menjelaskan penataan penggunaan tanah diarahkan untuk mendukung penataan aset dan penataan akses dalam reformasi agraria.

“Diharapkan penataan penggunaan tanah dapat mengurangi ketimpangan penguasaan pemilikan penggunaan dan pemanfaatan tanah (P4T) dan peningkatan pendapatan masyarakat,” ujar Andi, Selasa (3/8/2021).

Baca juga: Fenomena Tanah Ambles dan Prediksi Jakarta Tenggelam

Tak hanya itu, menurut Andi, tujuan dari penataagunaan tanah adalah pengaturan P4T dalam konteks investasi (ease of doing business) yaitu memberikan arahan dalam pengembangan pertanahan (land development), termasuk pengaturan penggunaan dan pemanfaatan tanah ruang di ruang atas/bawah tanah.

“Penatagunaan tanah dilakukan sebagai upaya untuk memastikan tanah dimanfaatkan sehingga berdaya guna dan berhasil guna,” jelas Tenrisau.

Di tempat terpisah, Direktur Penatagunaan Tanah, Sukiptiyah menjelaskan instrumen yang berhubungan dengan Penatagunaan Tanah dinamakan Neraca Penatagunaan Tanah (NPGT).

Berdasarkan PP No 16 tahun 2004 tentang Penatagunaan Tanah, Neraca Penatagunaan Tanah adalah perimbangan antara ketersediaan tanah dan kebutuhan penguasaan, penggunaan dan pemanfaatan tanah menurut fungsi kawasan (Rencana Tata Ruang/RTR).

“Dalam NPGT, kita bisa melihat dalam periode tertentu apakah terjadi perubahan penggunaan tanah, apakah penggunaan tanah eksisting sudah sesuai dengan tata ruang, dan apakah tanah tersedia untuk pembangunan,” tutur Sukiptiyah.

Neraca Penatagunaan Tanah mencakup neraca perubahan penggunaan dan pemanfaatan tanah, neraca kesesuaian penggunaan dan pemanfaatan tanah, ketersediaan tanah dan prioritas penyediaannya pada rencana tata ruang wilayah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.