Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/07/2021, 17:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT MRT Jakarta (Perseroda) bakal memindahkan Tugu Jam Thamrin yang berlokasi di antara perempatan MH. Thamrin dan Kebon Sirih pada Oktober 2021 mendatang.

Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, proses pemindahan bangunan bersejarah tersebut akan dilakukan selama tiga hari.

"Ini cuma dilakukan selam tiga hari, sebenarnya tidak mengganggu fase konstruksi yang sudah berjalan," terang William dalam webina Forum Jurnalis, Jumat (30/07/2021).

Dalam memindahkan Tugu Jam Thamrin, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menerbitkan surat terkait Persetujuan Prinsip Pemindahan Sementara Tugu Jam Thamrin pada 25 Juni 2021 lalu.

William menjelaskan, MRT Jakarta sendiri sudah berencana untuk memindahkan Tugu Jam Thamrin pada Juli, namun akhirnya Pemerintah memutuskan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali.

Selain itu, perseroan juga perlu melakukan traffic diversion (pengalihan lalu lintas) tahap pertama yang saat ini sudah berjalan.

Baca juga: Tugu Jam Thamrin Akan Dipotong Tiga Bagian Sebelum Direlokasi

Sehingga, strategi diubah dengan memindahkan Tugu Jam Thamrin pada Oktober 2021 dengan menyesuaikan sequence (rangkaian) pengalihan lalin selanjutnya.

William mengungkapkan, tim kontraktor juga harus memperhatikan rangkaian pengalihan lalin dan PPKM yang saat ini diberlakukan.

Nantinya, Tugu Jam Thamrin akan disimpan di tempat penyimpanan sementara yaitu di Monumen Nasional (Monas).

"Saya tegaskan bahwa perizinannya sudah lengkap, tinggal masalah teknis pemindahan tugunya yang dilakukan Oktober 2021," tambah dia.

Keputusan pemindahan Tugu Jam Thamrin merupakan imbas dari konstruksi proyek MRT Fase 2A Paket Kontrak 201 (CP201) Bundaran HI-Monas.

Untuk diketahui, Tugu Jam Thamrin merupakan bangunan yang diresmikan sejak Juni 1969 dengan tinggi 12,5 meter.

Jam raksasa tersebut dibangun agar warga DKI Jakarta dapat menghargai waktu, terutama saat memasuki jam kantor.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+