Terminal Bus dan Angkutan Umum Perlu Perubahan Radikal

Kompas.com - 21/06/2021, 21:00 WIB
Suasana pembangunan proyek terminal pondok cabe di Tangerang Selatan, Banten, Selasa (09/01/2018). Terminal ini dibuat untuk menggantikan Terminal Bus Lebak Bulus yang dibangun menjadi stasiun dan depo kereta angkutan cepat massal (MRT). KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELISuasana pembangunan proyek terminal pondok cabe di Tangerang Selatan, Banten, Selasa (09/01/2018). Terminal ini dibuat untuk menggantikan Terminal Bus Lebak Bulus yang dibangun menjadi stasiun dan depo kereta angkutan cepat massal (MRT).

PERMASALAHAN angkutan jalan saat ini adalah kualitas pelayanan terminal yang terus menurun, sementara di sisi lain terjadi perubahan pola perjalanan masyarakat.

Tuntutan kualitas pelayanan transportasi umum meningkat seiring dengan peningkatan kualitas pendidikan dan perekonomian masyarakat.

Sayangnya, teknologi informasi yang memaksa perubahan manajemen transportasi angkutan umum ternyata kurang diimbangi oleh regulasi angkutan jalan.

Regulasi atau aturan angkutan jalan masih sulit berubah kendati moda lain sudah banyak melakukan perubahan.

Contohnya, masih banyak terjadi awak bus yang pendapatannya dibayar hanya berdasarkan persentase setoran harian kepada pengusaha angkutan umum.

Wajar jika hingga kini, pelayanan terminal bus masih mendapat stigma buruk di masyarakat.  

Bahwa di terminal masih banyak calo tiket, kumuh, kotor, bau, tindak kriminal (copet, pelecehan seksual), dan tidak steril untuk penumpang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kondisi seperti inilah yang mengakibatkan pengguna angkutan umum bus enggan datang ke terminal.

Terlebih terminal bus selalu berada di lokasi pinggiran kota yang sangat jauh aksesnya dari pusat kota.

Semakin jauh terminal bus dari pusat keramaian kota, menyebabkan masyarakat kesulitan mengaksesnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X