Sofyan Djalil: Pantang Kalah Lawan Mafia Tanah

Kompas.com - 04/06/2021, 07:00 WIB
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil. Dok. Kementerian ATR/BPNMenteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil menegaskan, Kementerian ATR/BPN sangat serius dan pantang kalah dalam memerangi mafia tanah.

Hal ini mengingat seringnya terjadi kasus penyalahgunaan sertifikat tanah oleh mafia tanah.

"Ini merupakan bagian dari program pemerintah yang sangat ingin memerangi mafia tanah, dengan tujuan akhir menciptakan pertanahan lebih baik," ucap Sofyan dalam siaran pers, Kamis (03/06/2021).

Baca juga: Duduk Perkara Sengketa SHM 4931 yang Melibatkan Pejabat BPN dan Mafia Tanah

Dia mengungkapkan, Pemerintah tidak boleh kalah oleh mafia tanah karena negara harus tampil melindungi hak-hak masyarakat.

Untuk memerangi mafia tanah, terdapat mekanisme di Kementerian ATR/BPN melalui layanan pertanahan berbasis elektronik.

Menurutnya, layanan dan transaksi elektronik akan membuat pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih mudah, transparan, terjamin, dan nyaman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ini juga dilakukan sebagai salah satu cara untuk memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Direktur Jenderal (Dirjen) Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan R B Agus Widjayanto menyebutkan, ada 242 kasus yang terindikasi sebagai mafia tanah di Indonesia sejak Tahun 2018.

Baca juga: Sofyan Djalil Pecat Kepala BPN Jakarta yang Terlibat Penerbitan Sertifikat Bodong 7,78 Hektar

Dalam penanganannya, Kementerian ATR/BPN bekerja sama dengan dengan pihak Kepolisian hingga Kejaksaan Agung.

Pada tahun ini, 60 kasus terindikasi sebagai mafia tanah ditargetkan selesai.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X