Wajib Diketahui, Empat Peran Penting Penilai atau Appraisal Pertanahan

Kompas.com - 22/04/2021, 19:00 WIB
Pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru terkendala pembebasan tanah yang nilainya sangat rendah KOMPAS.COM/PERDANA PUTRAPembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru terkendala pembebasan tanah yang nilainya sangat rendah

JAKARTA, KOMPAS.com - Keberadaan penilai atau appraisal pertanahan merupakan bagian penting dalam proses kerja Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)

Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian ATR/BPN Deni Santo mengungkapkan hal itu dalam siaran pers, Kamis (22/04/2021).

"Bisa dibayangkan kalau para penilai pertanahan ini tidak ada, bagaimana jika yang ada saat ini dinilai tidak kompeten," kata Deni.

Oleh karena itu, Kementerian ATR/BPN menyelenggarakan sosialisasi perihal tugas maupun kode etik yang harus dipatuhi penilai pertanahan.

Baca juga: Kebut Pengadaan Tanah Tol Semarang-Demak, Pemerintah Bentuk Tim Khusus

Sosialiasi dilakukan demi membangun kompetensi dan membentuk profesionalisme agar publik yakin dengan kinerja para penilai pertanahan.

Secara rinci, ada empat peran dari penilai pertanahan:

Pertama, melakukan kajian perkiraan nilai ganti kerugian proyek atau pembangunan dalam penyusunan dokumen perencanaan pengadaan tanah.

Kedua, melakukan perhitungan Nilai Penggantian Wajar (NPW) berdasarkan daftar nominatif dan peta bidang dalam kegiatan pelaksanaan pengadaan tanah.

Ketiga, melakukan perhitungan nilai kegiatan penyelesaian penguasaan tanah milik perseorangan warga Belanda atau badan hukum milik Belanda (P3MB) dan penyelesaian tanah objek Keputusan Presidium Kabinet Dwikora (Prk.5).

Keempat, melakukan kajian nilai untuk kegiatan pertanahan dan penataan ruang lainnya yang ditetapkan oleh Menteri ATR/Kepala BPN.

Sebagai wadah bagi para penilai pertanahan, Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) telah memiliki struktur keanggotaan.

Dalam organisasi MAPPI, dikenal beberapa jenjang keanggotaan seperti MAPPI A (Afiliasi), MAPPI P (Peserta), MAPPI T (Terakreditasi) serta MAPPI S (Bersertifikat).

Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) MAPPI Muhamad Amin mengatakan, organisasinya ini akan senantiasa melakukan pendidikan dan pelatihan bagi para anggotanya, terutama penilai pertanahan.

Lebih mengerucut, pelatihan intensif bagi para penilai pertanahan akan dilakukan dalam bidang perundang-undangan dan peraturan tata ruang dan pertanahan serta aplikasi teknis perhitungan NPW.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X