Insentif PPN Berdampak pada Kenaikan Penjualan Produk Summarecon

Kompas.com - 23/03/2021, 17:30 WIB
Hunian Magenta Residence (Dok.Summarecon) Hunian Magenta Residence

JAKARTA, KOMPAS.com - Insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang diberikan Pemerintah dinilai telah meningkatkan penjualan PT Summarecon Agung Tbk.

Executive Director PT Summarecon Agung Tbk Albert Luhur mengungkapkan hal itu dalam acara PropTalk yang disiarkan secara live melalui IG Kompas.com, Senin (22/3/2021).

"Jika dilihat dari awal program yang memasuki tiga minggu, dampaknya cukup bagus terhadap peningkatan pembelian," jelas Albert.

Albert mengungkapkan, tidak sedikit pembelian produk perusahaan didasari dari adanya program dari pemerintah tersebut.

Produk yang paling diminati konsumen berupa landed house (rumah tapak) seperti Magenta Residence di Summarecon Bekasi.

Magenta Residence tersedia dalam empat pilihan Iris (5x11), Lilac (6x11), Plum (7x11), serta hook mulai dari Rp 1 miliar.

Baca juga: Insentif PPN Properti Dianggap Menguntungkan Pengembang Besar, Mengapa?

Tak hanya produk senilai Rp 1 miliar, Summarecon juga memasarkan unit eksklusif di kawasan Summarecon Bekasi yakni, Morizen.

Klaster ini memiliki tiga tipe yaitu Keyaki (10x14,5) dengan harga mulai Rp 3,7 miliar, Hiiragi (10x16) yang dipatok senilai Rp 4,2 miliar, dan pilihan tipe yang lebih luas, yaitu tipe Nara (12x18) dengan harga mulai dari Rp 6,3 miliar.

Selain itu, Summarecon menghadirkan program "1 Tahun Bebas Worry" berupa jaminan yang berikan bagi pembeli rumah dan komersial di Summarecon selama satu tahun.

Program itu berupa jaminan kebocoran, kerusakan utilitas, sanitasi, dinding dan lantai, serta kepudaran genting dan alumunium.

Untuk diketahui, Pemerintah menanggung PPN atas rumah tapak dan rusun selama enam bulan yaitu sejak Maret hingga Agustus 2021.

Properti yang seluruh PPN-nya Ditanggung Pemerintah (DTP) merupakan rumah tapak dan rumah susun dengan harga jual maksimal Rp 2 miliar.

Sementara untuk rumah dengan harga di atas Rp 2 miliar hingga maksimal Rp 5 miliar, PPN DTP yang terutang atas penyerahan rumah tapak atau rumah susun ddiberikan hanya 50 persen.

Alasan diberikannya insentif untuk sektor properti yang meliputi real estat dan konstruksi dikarenakan sektor ini memiliki kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X