Basuki Targetkan Penanganan Banjir di Sumut Tuntas Tiga Minggu

Kompas.com - 09/12/2020, 22:42 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau lokasi banjir yang menerjang Perumahan De Flamboyan, Kelurahan Tanjung Selamat, Medan dan Kota Tebing Tinggi, Senin (7/12/2020). Dok. Kementerian PUPR.Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau lokasi banjir yang menerjang Perumahan De Flamboyan, Kelurahan Tanjung Selamat, Medan dan Kota Tebing Tinggi, Senin (7/12/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menargetkan, penanganan darurat banjir di kota Medan dan Tebing Tinggi, Provinsi Sumatera Utara tuntas dalam tiga minggu.

"Penanganan darurat harus selesai dalam 2 hingga 3 minggu. Gerakkan semua dan tambahkan alat berat yang ada dan penyedia jasa atau kontraktor agar lebih cepat," ujar Basuki seperti dikutip Kompas.com dari laman Kementerian PUPR, Rabu (9/12/2020).

Sebab, jika penanganan tak segera dilakukan akan terjadi banjir berulang.

Dia mengungkapkan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan masih akan tinggi hingga awal tahun 2021 mendatang.

Sebagai langkah penanganan darurat, pemasangan tanggul sementara akan dilakukan dengan geobag disamping pembersihan jalan dari sisa lumpur.

Basuki mengungkapkan, penanganan banjir di Kota Medan khususnya Daerah Aliran Sungai (DAS) Belawan akan dilakukan sejumlah perbaikan.

Pertama, pembuatan groundsill (dam pengendali dasar sungai) di hilir dengan meninggikan dasar sungai agar arusnya tidak terlalu deras yang menghantam kiri dan kanan tebing. 

Baca juga: Dua Bendungan Pengendali Banjir Metropolitan Jakarta Tuntas 2021

Kemudian, dilakukan pemadatan tanggul yang ada di bantaran sungai besar di Medan yakni, Sungai Deli, Percut, dan Belawan. 

Sedangkan untuk penanganan banjir jangka panjang, imbuh Basuki, akan melanjutkan normalisasi seluruh sungai di Medan.

Selain itu, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II juga tengah menyelesaikan pembangunan Bendungan Lau Simeme di Kabupaten Deli Serdang berkapasitas tampung 28 juta meter kubik.

Bendungan yang ditargetkan rampung pada tahun 2022 ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir akibat luapan Sungai Percut dan Sungai Deli, khususnya di Kota Medan dan Deli Serdang.

Sejak adanya banjir pada 3 Desember 2020 lalu, BWS Sumatera II bekerja sama dengan Pemda di Provinsi Sumut untuk memobilisasi alat berat berupa 7 ekskavator dan penyerahan geobag sebanyak 500 unit.

Adapun Basuki telah meninjau lokasi banjir yang menerjang Perumahan De Flamboyan, Kelurahan Tanjung Selamat, Medan dan Kota Tebing Tinggi, Senin (7/12/2020).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X