UU Pokok Agraria Dianggap Ketinggalan Zaman, Solusinya UUCK

Kompas.com - 26/11/2020, 17:29 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil menyampaikan alasan dibuatnya Undang-undang ( UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Menurutnya, aturan bidang pertanahan dalam UU Cipta Kerja dibuat untuk menyelesaikan permasalah tentang pertanahan yang terjadi saat ini.

Pasalnya, UU Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA) yang mengatur soal pertanahan selama ini sudah berumur 60 tahun.

Karenanya UUPA tersebut perlu diperbaiki agar permasalahan pertanahan yang saat ini muncul dan belum pernah ada zaman dulu, dapat diselesaikan dengan mudah.

"UUPA kita meski udah cukup bagus tapi sudah 60 tahun, jadi apa kondisi yang saat itu ideal sekali, hari ini banyak sekali hal-hal yang harus kita atasi, karena perkembangan situasi," kata Sofyan dalam diskusi virtual bertema UU Cipta Kerja dan Peningkatan Ekonomi Nasional Percepatan Reforma Agraria dan Redistribusi Tanah di Jakarta, Kamis (26/11/2020).

Baca juga: Mengundang Curiga dan Salah Sangka, Ini Penjelasan Sofyan Tentang UUCK

Sofyan meyakini bahwa aturan pertanahan dalam UU Cipta Kerja masih mempertahankan prinsip dasar hukum yang ada dalam UUPA.

Dia mencontohkan, keberadaan bank tanah yaitu sebgaai perpanjangan tangan pemerintah yang berfungsi untuk mengelola pertanahan di Indonesia.

Pasalnya selama ini, banyak tanah negara yang tak dikelola dengan baik, tanah yang ditinggalkan penghuninya, dan tanah-tanah telantar yang belum terjangkau oleh negara.

Karenanya butuh instrumen lembaga untuk mengelola pertanahan tersebut secara khusus sehingga tanah-tanah yang dikelola dapat dimanfaatkan dengan baik untuk kepentingan umum.

Kehadiran bank tanah, memudahkan Pemerintah membuat fasilitas publik melalui tanah-tanah yang dikelola. Seperti membuat lapangan sepak bola, taman, tempat bermain dan olahraga.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X