Kejar Target Akhir November, Kementerian ATR/BPN Matangkan Juknis PTSL 2021

Kompas.com - 25/11/2020, 12:30 WIB
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (SPPR) melaksanakan Pembahasan Konsep Petunjuk Teknis (Juknis) Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) untuk Tahun 2021. Ardiansyah FadliKementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (SPPR) melaksanakan Pembahasan Konsep Petunjuk Teknis (Juknis) Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) untuk Tahun 2021.

 JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (SPPR) melaksanakan Pembahasan Konsep Petunjuk Teknis (Juknis) Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap ( PTSL) untuk Tahun 2021.

Versi Final Juknis PTSL 2021 ini ditargetkan selesai dan ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal pada akhir November 2020 untuk disosialisasikan mulai Desember 2020.

Dirjen SPPR Tri Wibisono mengatakan pembahasan Juknis PTSL 2021 kali ini adalah seputar strategi penetapan lokasi, peningkatan kualitas data, pemanfaatan aplikasi Sentuh Tanahku dan Survey Tanahku.

Selain itu, dibahas juga mengenai pemberian Nomor Induk Sementara (NIS), dan mekanisme desa lengkap.

Tri menambahkan, penyusunan prioritas dan prosedur penetapan lokasi pada juknis tahun 2021 akan lebih detail.

Baca juga: Sah, 470 Sertifikat Tanah Milik Pemprov Sumbar Terdaftar

“Pada tahun ini, Aplikasi Survey Tanahku sudah digunakan namun belum optimal. Diharapkan tahun 2021 penggunaannya dapat lebih dioptimalkan karena penggunaan Survey Tanahku dapat memperbaiki kualitas data PTSL sebagaimana arahan Bapak Menteri,” kata Tri dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Aplikasi Survey Tanahku saat ini dapat digunakan secara online dan offline. Hal itu tentu saja mencegah terhambatnya pengumpulan data karran gangguan atau faktor kondisi.

Setelah data terkumpul, baru disinkronisasi ke server KKP setelah mendapat jaringan internet yang stabil.

"Tujuan penggunaan aplikasi ini adalah agar pengumpulan data menjadi baik dan jelas, setelah data disinkronkan ke server akan menjadi big data baru yang potensial, serta server akan terus dikembangkan agar tahun 2021 siap digunakan secara nasional,” tuturnya.

Sementara itu, Inspektur Jenderal Kementerian ATR/BPN Sunraizal mengatakan Kementerian ATR/BPN dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) perlu mendalami lagi kesesuaian antara roadmap PTSL dengan kondisi Pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X