Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/11/2022, 11:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kehamilan tak hanya menjadi momen atau sesuatu yang menyenangkan bagi manusia, tapi juga anjing peliharaan, terlebih bila telah menantikannya. 

Tentu saja, kehadiran anak-anak anjing yang lucu serta menggemaskan ini akan menambahkan kebahagiaan di rumah. Sayangnya, kehamilan pada anjing sering kali tidak disadari banyak pemilik.

Baca juga: Cara Mencegah Virus Rabies pada Anjing Peliharaan

Tanda-tanda anjing hamil baru diketahui setelah berjalan beberapa minggu. Akibatnya, selama waktu itu, beberapa anjing hamil tidak mendapat nutrisi dan perawatan baik. 

Sama dengan manusia, anjing yang sedang hamil biasanya akan mengalami perubahan hormon, berat badan, nafsu makan, entah meningkat maupun menurun, serta perilaku.  

Dilansir dari WebMD, Rabu (30/11/2022), anjing hamil berlangsung sekitar 63 hari, yang diukur dari hari mereka berovulasi (melepaskan telurnya) hingga hari kelahiran anak anjing.

Seperti manusia, anjing hamil selama tiga trimester, masing-masing sekitar 21 hari. Selama periode kehamilan tersebut, anjing membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orang-orang sekitarnya. 

Nah, berikut beberapa tanda anjing hamil dan cara mengetahuinya. 

Baca juga: Ragam Gejala Rabies pada Anjing dan Pertolongan Pertama yang Dilakukan

Tanda awal anjing hamil 

Ilustrasi anjing Beagle betina sedang hamil, Ilustrasi anjing hamil.PIXABAY/viniciusmagalhaesvsm Ilustrasi anjing Beagle betina sedang hamil, Ilustrasi anjing hamil.
Dalam beberapa minggu pertama, hanya ada sedikit tanda-tanda anjing hamil sehingga mungkin tidak melihat adanya perubahan pada sahabat bulu.

Anjing berperilaku dan terlihat seperti biasanya meski berat badannya mungkin bertambah. Anjing hamil mengalami berbagai keluhan di awal kehamilan seperti morning sickness, yakni mual-mual dan muntah yang sering terjadi pada pagi hari. 

Morning sickness ini mempengaruhi beberapa anjing, tetapi hanya beberapa hari selama minggu ketiga atau keempat. Ini disebabkan perubahan hormon. 

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Sumber WebMD
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+