Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Unik Dosen Filipina agar Mahasiswanya Tak Curang Saat Ujian

Kompas.com - 24/03/2024, 15:42 WIB
Albertus Adit

Penulis

MANILA, KOMPAS.com - Dosen di Filipina ini punya cara unik agar para mahasiswanya tidak curang saat mengikuti ujian.

Sang dosen meminta pada mahasiswa untuk mengenakan helm anti-curang bertema pertanian untuk dikenakan saat ujian tertulis.

Dikutip dari World of Buzz pada Sabtu (23/3/2024), keinginan itu disampaikan oleh Angelo Ebora, seorang dosen pertanian di Kampus Lobo Universitas Negeri Batangas (terletak di Filipina utara).

Baca juga: Ini 7 Tradisi Unik Ramadhan di Berbagai Negara

Dia kemudian menjadi viral ketika ia memposting foto mahasiswanya yang mengenakan helm anti-curang.

Dalam postingan tersebut, bisa dilihat bahwa mahasiswanya sangat kreatif karena mereka mengikuti ujian dengan tutup kepala yang rumit.

Bahkan ada seseorang yang mengenakan topi gergaji mesin, sebuah kotak yang dicat agar terlihat seperti Pikachu, penanak nasi, atau bahkan hanya kotak karton biasa.

Ia menyampaikan kepada Filipino Television Network News 5 bahwa ia menyarankan melakukan hal tersebut untuk mengurangi beberapa stres yang mungkin dihadapi mahasiswanya akibat ujian sambil menjaga integritas akademik.

Karena hal ini mungkin membebani beberapa orang yang sudah stres, Ebora tidak mewajibkannya tetapi dia menyebutkan bahwa membawa helm anti-curang bisa mendapat nilai tambahan 5 pada ujian mereka.

Baca juga: Pada 1996, Al Qaeda Berencana Bunuh Bill Clinton di Filipina

Awalnya, Ebora mengira usulannya itu tidak disetujui oleh mahasiswa, tetapi ia sangat terkejut melihat hampir 70 mahasiswa yang hadir dengan tutup kepala adatnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] AS Tertinggal dari China soal Energi Nuklir | Dua Lipa Kritik Israel

[POPULER GLOBAL] AS Tertinggal dari China soal Energi Nuklir | Dua Lipa Kritik Israel

Global
Singapura Kerja Keras Bersihkan 400 Ton Minyak Tumpah di Pulau Sentosa

Singapura Kerja Keras Bersihkan 400 Ton Minyak Tumpah di Pulau Sentosa

Global
Kisah Perempuan Adat Meksiko yang Terkurung 12 Tahun di RSJ AS karena Tak Bisa Bahasa Inggris

Kisah Perempuan Adat Meksiko yang Terkurung 12 Tahun di RSJ AS karena Tak Bisa Bahasa Inggris

Global
KBRI Canberra dan CESA Perpanjang MoU Pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia

KBRI Canberra dan CESA Perpanjang MoU Pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia

Global
Serangan Drone Sebabkan Kebakaran di Tangki Minyak Rusia, Ukraina Belum Klaim

Serangan Drone Sebabkan Kebakaran di Tangki Minyak Rusia, Ukraina Belum Klaim

Global
Nasib Para Ibu Tunggal Afghanistan di Bawah Pemerintahan Taliban

Nasib Para Ibu Tunggal Afghanistan di Bawah Pemerintahan Taliban

Internasional
Ketahuan Mencontek Pakai Alat AI Canggih, Mahasiswa Turkiye Ditangkap

Ketahuan Mencontek Pakai Alat AI Canggih, Mahasiswa Turkiye Ditangkap

Global
Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang, Apa Dampaknya?

Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang, Apa Dampaknya?

Internasional
Terapi Telan Ikan Mentah di Hyderabad India untuk Obati Asma

Terapi Telan Ikan Mentah di Hyderabad India untuk Obati Asma

Global
Argentina Bongkar Panel Surya yang Salah Dipasang di Sisi Perbatasan Chile

Argentina Bongkar Panel Surya yang Salah Dipasang di Sisi Perbatasan Chile

Global
Rusia Mulai Latihan Angkatan Laut di Pasifik, Dekat Korea Selatan dan Jepang

Rusia Mulai Latihan Angkatan Laut di Pasifik, Dekat Korea Selatan dan Jepang

Global
Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Didakwa Menghina Kerajaan

Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Didakwa Menghina Kerajaan

Global
Rangkuman Hari Ke-845 Serangan Rusia ke Ukraina: Jabatan di Kemenhan | Rusia Terus Maju dan Serang

Rangkuman Hari Ke-845 Serangan Rusia ke Ukraina: Jabatan di Kemenhan | Rusia Terus Maju dan Serang

Global
AS Disebut Tertinggal Jauh di Belakang China di Bidang Tenaga Nuklir

AS Disebut Tertinggal Jauh di Belakang China di Bidang Tenaga Nuklir

Global
Ahli Bedah AS Minta Platform Media Sosial Diberi Peringatan seperti Bungkus Rokok

Ahli Bedah AS Minta Platform Media Sosial Diberi Peringatan seperti Bungkus Rokok

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com