Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saat Anak 5 Tahun yang Terluka di Gaza Lebih Memilih untuk Tiada...

Kompas.com - 23/02/2024, 12:53 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber Reuters

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Perang Israel-Hamas di Jalur Gaza Palestina membawa luka mendalam bagi siapa saja. Terlebih warga Palestina sendiri.

Banyak korban jiwa berjatuhan, tak terkecuali anak-anak yang kehilangan kedua orangtuanya karena tewas jadi korban perang.

Mirisnya lagi, ada bocah berusia lima tahun yang terluka namun sudah tak memiliki keluarga lagi.

Baca juga: Inggris Kirim Bantuan ke Gaza Melalui Udara, Ada Makanan-Bahan Bakar

Menurut Sekretaris Jenderal Internasional Médecins Sans Frontières (MSF), Christopher Lockyear, anak-anak korban perang ini menanggung banyak beban.

"Anak-anak yang selamat dari perang ini tidak hanya akan menanggung luka traumatis yang terlihat, namun juga luka yang tidak terlihat," ujarnya dikutip dari Reuters pada Jumat (23/2/2024).

Ia juga mengatakan bahwa ada pengungsi, merasa ketakutan secara terus-menerus dan menyaksikan anggota keluarganya terluka parah di depan mata mereka.

"Cidera psikologis ini telah membuat anak-anak berusia lima tahun mengatakan kepada kita bahwa mereka lebih memilih untuk mengakhiri hidup saja," kata dia.

Lockyear mengecam Amerika Serikat, dengan mengatakan dia terkejut AS telah berulang kali menggunakan hak vetonya untuk menghalangi dewan tersebut menuntut gencatan senjata kemanusiaan segera dalam perang antara Israel dan Hamas di Gaza.

Baca juga: PBB Peringatkan Adanya Ledakan Kematian Anak-anak di Jalur Gaza

"Rakyat Gaza membutuhkan gencatan senjata, bukan saat bisa dilakukan, tapi saat ini. Mereka membutuhkan gencatan senjata, bukan masa tenang sementara," terang Lockyear.

AS telah memveto tiga resolusi Dewan Keamanan PBB sejak dimulainya pertempuran pada 7 Oktober 2023.

Sedangkan yang terakhir pada hari Selasa memveto permintaan gencatan senjata kemanusiaan karena resolusi tersebut malah mendorong dewan untuk menyerukan gencatan senjata sementara terkait dengan pembebasan sandera.

Duta Besar China untuk PBB Zhang Jun mengatakan kepada dewan bahwa dia merasa terkejut dengan pengarahan Lockyear.

"Kami berharap gambaran tragis yang dia lukiskan tentang Gaza untuk kita dapat menyentuh hati nurani salah satu anggota dewan ini," ungkap Zhang.

Amerika Serikat mengatakan pihaknya khawatir bahwa rancangan resolusi yang diveto pada hari Selasa dapat membahayakan perundingan antara Amerika, Mesir, Israel dan Qatar yang berupaya menengahi jeda enam minggu dalam perang dan pembebasan sandera.

Wakil Duta Besar AS untuk PBB Robert Wood tidak mengakui pengarahan Lockyear.

Baca juga: Serangan Israel di Rafah Makin Intensif, Sekeluarga Tewas di Rumahnya

Dia mengatakan AS mendorong Israel untuk mengizinkan lebih banyak bantuan masuk ke Gaza dan telah mengatakan kepada sekutunya bahwa mereka tidak boleh melanjutkan serangan darat di Rafah di Gaza selatan.

"Kita semua ingin melihat konflik ini berakhir secara permanen," kata Wood.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Reuters

Terkini Lainnya

Berlian Rp 64 Juta Hilang dalam Adonan, Toko Roti Ini Minta Pelanggan Periksa Kue

Berlian Rp 64 Juta Hilang dalam Adonan, Toko Roti Ini Minta Pelanggan Periksa Kue

Global
Terlibat Korupsi Rp 200 Triliun, Pengusaha Vietnam Divonis Hukuman Mati

Terlibat Korupsi Rp 200 Triliun, Pengusaha Vietnam Divonis Hukuman Mati

Global
Paus Fransiskus Resmi Akan Kunjungi Indonesia pada 3-6 September

Paus Fransiskus Resmi Akan Kunjungi Indonesia pada 3-6 September

Global
Viral Istri Cari Suaminya yang Ghosting Lewat Facebook, Ternyata Ini yang Terjadi

Viral Istri Cari Suaminya yang Ghosting Lewat Facebook, Ternyata Ini yang Terjadi

Global
Gedung Pencakar Langit Texas Menggelap di Malam Hari, Selamatkan Miliaran Burung dari Tabrakan

Gedung Pencakar Langit Texas Menggelap di Malam Hari, Selamatkan Miliaran Burung dari Tabrakan

Global
Kisah Pilu Aslina, Kehilangan 2 Putranya Sama-sama karena Kecelakaan Jelang Lebaran

Kisah Pilu Aslina, Kehilangan 2 Putranya Sama-sama karena Kecelakaan Jelang Lebaran

Global
AS Minta China Gunakan Pengaruhnya untuk Cegah Iran Serang Israel

AS Minta China Gunakan Pengaruhnya untuk Cegah Iran Serang Israel

Global
Seberapa Dekat Israel Singkirkan Hamas?

Seberapa Dekat Israel Singkirkan Hamas?

Internasional
Pria Bersenjata Dilaporkan di Stasiun Skotlandia, Ternyata Cosplayer Star Wars

Pria Bersenjata Dilaporkan di Stasiun Skotlandia, Ternyata Cosplayer Star Wars

Global
Badan Legislatif Tennessee Sahkan UU Larang Pernikahan Antarsepupu Pertama

Badan Legislatif Tennessee Sahkan UU Larang Pernikahan Antarsepupu Pertama

Global
Kekurangan Murid, Korea Selatan Rekrut Pelajar Indonesia untuk Isi Sekolah

Kekurangan Murid, Korea Selatan Rekrut Pelajar Indonesia untuk Isi Sekolah

Global
Rangkuman Hari Ke-778 Serangan Rusia ke Ukraina: Rusia Bunuh 2 Militan | Fasilitas Energi Ukraina Diserang

Rangkuman Hari Ke-778 Serangan Rusia ke Ukraina: Rusia Bunuh 2 Militan | Fasilitas Energi Ukraina Diserang

Global
Masjid Negara Malaysia Minta Maaf Usai Viral Pria Gondrong Diminta Pakai Jilbab

Masjid Negara Malaysia Minta Maaf Usai Viral Pria Gondrong Diminta Pakai Jilbab

Global
Warga Gaza Gunakan Panel Surya untuk Menyalakan Pompa Sumur dan Hasilkan Air Bersih

Warga Gaza Gunakan Panel Surya untuk Menyalakan Pompa Sumur dan Hasilkan Air Bersih

Global
Korea Selatan Kerahkan 2.700 Perawat Tambahan di Tengah Aksi Mogok Ribuan Dokter

Korea Selatan Kerahkan 2.700 Perawat Tambahan di Tengah Aksi Mogok Ribuan Dokter

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com