Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Situasi Gaza Terkini: 130 Bayi Prematur di Rumah Sakit Terancam Bahaya, 5 Anak Tewas Imbas Serangan Udara

Kompas.com - 22/10/2023, 08:00 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber Sky News

YERUSALEM, KOMPAS.com - Kepala eksekutif sebuah badan amal yang menyediakan layanan medis di Gaza mengatakan bahwa 130 bayi prematur berada dalam bahaya jika bahan bakar tidak segera sampai ke rumah sakit.

Para dokter di seluruh wilayah tersebut telah memperingatkan berkurangnya persediaan pasokan medis dan bahan bakar untuk generator rumah sakit.

Beberapa di antaranya harus beroperasi dengan lampu senter dan tanpa peralatan yang memadai.

Baca juga: Bantuan untuk Korban Perang Israel-Hamas di Gaza Masuki Perbatasan Rafah

Melanie Ward, kepala eksekutif Medical Aid for Palestinians mengatakan bahwa dunia tidak bisa hanya melihat saja ketika bayi-bayi ini terbunuh saat pengepungan Gaza.

"Kami menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk menuntut agar Israel segera mengizinkan masuknya bahan bakar ke rumah sakit-rumah sakit di Gaza," ujarnya, dilansir dari Sky News.

"Kegagalan untuk bertindak sama saja dengan menghukum mati bayi-bayi ini," tambahnya.

Ada enam unit perawatan intensif neonatal di rumah sakit di Gaza.

Di sisi lain, badan bantuan PBB, UNRWA, mengatakan serangan udara Israel di kamp pengungsi Nur Shams di Tepi Barat dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 13 orang Palestina, termasuk lima anak-anak.

Adam Bouloukos, direktur UNRWA di Tepi Barat, mengatakan bahwa seorang tentara Israel juga tewas, menurut laporan, dan sejumlah orang lainnya terluka.

"Penilaian awal menunjukkan bahwa hampir 50 rumah rusak, beberapa di antaranya sangat parah, sementara jalan, listrik, air, internet dan jaringan pembuangan limbah di kamp tersebut juga terkena dampaknya," kata Bouloukos.

Baca juga: Intelijen Militer Perancis: Serangan Israel Bukan Penyebab Ledakan RS di Gaza

"Peristiwa terbaru ini merupakan simbol dari eskalasi yang terus berlanjut yang mempertaruhkan nyawa para pengungsi Palestina di kamp-kamp di Tepi Barat. Operasi terbaru ini merupakan yang terbesar sejak Jenin pada bulan Juli tahun ini," tambahnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Sumber Sky News

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com