Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menteri Pertahanan AS dan China Bertemu di Kamboja, Ada Apa?

Kompas.com - 22/11/2022, 19:32 WIB
Bernadette Aderi Puspaningrum

Penulis

Sumber AFP

SIEM REAP, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin bertemu dengan timpalannya dari China Wei Fenghe di Kamboja pada Selasa (22/11/2022).

Kedua belah pihak menggambarkan pembicaraan sebagai produktif, namun masing-masih tetap kukuh mempertahankan posisinya.

Gesekan antara dua kekuatan dunia ini terus memanas beberapa bulan terakhir, karena sejumlah masalah termasuk Taiwan, keamanan dan hak asasi manusia.

Baca juga: Kebakaran Pabrik China Tewaskan 38 Orang

Akan tetapi, upaya untuk menurunkan tensi ketegangan mulai terasa sejak pertemuan puncak yang jarang terjadi antara para pemimpin kedua negara pekan lalu di tengah KTT G20.

Presiden AS Joe Biden dan pemimpin China Xi Jinping mencoba mendinginkan retorika, meski perbedaan pandangan keduanya tetap jelas.

Kondisi serupa ternyata masih tercermin dalam pertemuan antara kepala pertahanan mereka.

Seorang pejabat senior pertahanan AS mengatakan pembicaraan antara Austin dan Wei di sela-sela konferensi menteri pertahanan di Siem Reap "produktif dan profesional".

"Kedua belah pihak sepakat bahwa penting bagi negara kita untuk bekerja sama memastikan bahwa persaingan tidak mengarah ke konflik," tetapi "persaingan tetap mencirikan hubungan (dua negara),” kata pejabat itu kepada wartawan sebagaimana dilansir AFP.

Austin mencari cara agar "sejumlah dialog dan mekanisme militer-ke-militer kembali terbuka untuk membantu mengelola persaingan itu secara bertanggung jawab," tambah pejabat itu.

Baca juga: China Rebut Paksa Puing-puing Roket dari Angkatan Laut Filipina di Laut China Selatan

Upaya itu merujuk pada prosedur dan dialog yang dibatalkan antara dua pemerintahan setelah Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan pada Agustus, meskipun ada peringatan dan ancaman keras dari Beijing.

Pejabat AS mengatakan Austin dan Wei melakukan "percakapan panjang" di Taiwan selama pertemuan, yang berlangsung selama satu setengah jam.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan China menggambarkan pertemuan itu sebagai "tulus, mendalam, praktis dan konstruktif."

Kedua belah pihak, kata dia, mengakui bahwa kedua militer harus mengimplementasikan konsensus penting, yang tercapai oleh kedua kepala negara, dengan sungguh-sungguh.

Baik AS maupun China, juga harus “menjaga komunikasi dan kontak, memperkuat manajemen krisis, dan bekerja keras untuk menegakkan perdamaian dan stabilitas kawasan," kata juru bicara itu.

"China mementingkan pengembangan hubungan militer bilateral, tetapi AS harus menghormati kepentingan inti China."

Baca juga: Hubungan Mulai Cair, China Siap Bertemu Menteri Pertahanan AS

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com