Kompas.com - 04/10/2022, 18:30 WIB

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menuduh mantan perdana menteri Imran Khan sebagai "pembohong terbesar di muka bumi".

Dia juga menyebut Khan menyuntikkan racun ke masyarakat untuk "mempolarisasi pemilih yang berbahaya" setelah ia digulingkan dari kekuasaan awal tahun ini.

Dilansir Guardian, berbicara dalam wawancara pertamanya dari Pakistan sejak ia mengambil alih sebagai perdana menteri pada bulan April, Sharif, 70 tahun, berbicara tanpa henti tentang "kerusakan" yang dilakukan Khan, mantan superstar kriket yang memerintah Pakistan dari 2018.

Baca juga: Cegah Pelecehan, Pakistan Luncurkan Hotline Khusus Transgender

Pakistan saat ini berada di tengah krisis ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya, karena bergulat dengan inflasi yang meningkat, utang luar negeri yang tinggi dan penurunan cadangan mata uang asing.

Negara itu juga menghadapi lebih dari 30 miliar dollar AS kerusakan setelah negara itu dilanda banjir terburuk dalam sejarahnya pada tahun lalu.

Bencana yang dipicu oleh krisis iklim yang menewaskan 1.600 orang dan jutaan orang tanpa tempat berlindung dan air bersih.

Sharif, yang merupakan adik dari mantan perdana menteri Nawaz Sharif dan bagian dari salah satu dinasti politik paling kuat di Pakistan, menyebut Khan "pembohong dan penipu" yang kebijakannya telah membuat perekonomian hancur.

Baca juga: PM Pakistan Kecam Keras Perubahan Iklim, Minta Konsekuensi Global Terkait Banjir

Dia menuduh Khan, yang menjalankan manifesto anti-korupsi, melakukan urusan negara sesuai dengan agenda pribadinya sendiri “dengan cara yang hanya dapat digambarkan sebagai politisi yang paling tidak berpengalaman, egois, dan tidak dewasa dalam sejarah negara".

Khan, yang masih mempertahankan popularitas besar di kalangan pemilih, digulingkan dari kekuasaan pada April tahun ini setelah mosi tidak percaya yang membuat banyak sekutunya di parlemen berbalik menentangnya.

Khan ditemukan telah melanggar konstitusi dalam upaya untuk menghentikan pemungutan suara, dan dia juga mengancam akan memberlakukan darurat militer daripada menyerahkan kekuasaan kepada koalisi oposisi.

Baca juga: Banjir Mengerikan di Pakistan Tanda Krisis Iklim Global

Halaman:
Sumber Guardian

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AS dan Perancis Minta Rusia Bertanggung Jawab atas Kehancuran Ukraina

AS dan Perancis Minta Rusia Bertanggung Jawab atas Kehancuran Ukraina

Global
Buntut Meluasnya Protes, China Longgarkan Aturan Terkait Covid-19

Buntut Meluasnya Protes, China Longgarkan Aturan Terkait Covid-19

Global
Kanye West Tak Ragu Puji Hitler dan Nazi, Partai Republik Kelimpungan

Kanye West Tak Ragu Puji Hitler dan Nazi, Partai Republik Kelimpungan

Global
Lava dari Gunung Berapi Mauna Loa Bergerak Menuju Jalan Raya Utama

Lava dari Gunung Berapi Mauna Loa Bergerak Menuju Jalan Raya Utama

Global
Jelang Natal, Kasus Covid-19 Australia Alami Kenaikan

Jelang Natal, Kasus Covid-19 Australia Alami Kenaikan

Global
New York dan Singapura Jadi Kota dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia, Geser Tel Aviv

New York dan Singapura Jadi Kota dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia, Geser Tel Aviv

Global
Video Lima Ekor Singa Kabur dari Kebun Binatang di Sydney Dirilis

Video Lima Ekor Singa Kabur dari Kebun Binatang di Sydney Dirilis

Global
Polisi San Francisco Diizinkan Kerahkan Robot Pembunuh

Polisi San Francisco Diizinkan Kerahkan Robot Pembunuh

Global
Penyelamatan 3 Penumpang Gelap yang Bertahan 11 Hari di Daun Kemudi Kapal Tanker dari Nigeria

Penyelamatan 3 Penumpang Gelap yang Bertahan 11 Hari di Daun Kemudi Kapal Tanker dari Nigeria

Global
2.000 Pejuang Pro-demokrasi Myanmar Disebut Tewas Lawan Junta Militer

2.000 Pejuang Pro-demokrasi Myanmar Disebut Tewas Lawan Junta Militer

Global
Peru Musnahkan 37.000 Unggas karena Flu Burung

Peru Musnahkan 37.000 Unggas karena Flu Burung

Global
Rangkuman Hari Ke-281 Serangan Rusia ke Ukraina: Biden Siap Berbicara dengan Putin, Ukraina Batasi Kelompok Agama Terkait dengan Rusia

Rangkuman Hari Ke-281 Serangan Rusia ke Ukraina: Biden Siap Berbicara dengan Putin, Ukraina Batasi Kelompok Agama Terkait dengan Rusia

Global
[POPULER GLOBAL] Warga Iran Ditembak karena Piala Dunia | Penumpang Gelap Kapal Tanker Dipulangkan

[POPULER GLOBAL] Warga Iran Ditembak karena Piala Dunia | Penumpang Gelap Kapal Tanker Dipulangkan

Global
Rusia Ganggu Pertahanan Udara Ukraina, Ini Caranya

Rusia Ganggu Pertahanan Udara Ukraina, Ini Caranya

Global
Apakah Demo Nol Covid di China Akan Bertahan?

Apakah Demo Nol Covid di China Akan Bertahan?

Global
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.