Kompas.com - 16/08/2022, 18:33 WIB

KYIV, KOMPAS.com - Ukraina mengatakan telah menyerang pangkalan yang digunakan oleh kelompok paramiliter Rusia Wagner, serta sebuah jembatan di dekat kota Melitopol yang diduduki.

Serhiy Haidai, gubernur wilayah Luhansk di Ukraina timur, mengatakan pangkalan itu "dihancurkan oleh serangan presisi" setelah keberadaannya diketahui "terima kasih kepada seorang jurnalis Rusia".

Dilansir dari Guardian pada Senin (15/8/2022), situs berita Ukraina Ukrainska Pravda melaporkan bahwa seorang koresponden militer Kremlin mengunjungi markas tentara bayaran pada 8 Agustus, dan mengunggah foto di Telegram yang menunjukkan alamat sekitarnya.

Baca juga: Warga Taipei ke China: Tak Akan Mudah Rebut Taiwan, Lihat Rusia di Ukraina

Baca juga: Grup Wagner Rusia Kerahkan 1.000 Tentara Bayaran ke Ukraina Timur

Baca juga: Profil Grup Wagner, Tentara Bayaran Kejam yang Dikerahkan Rusia ke Ukraina

Badan intelijen barat mengaitkan kelompok paramiliter tersebut dengan oligarki Rusia Yevgeny Prigozhin, yang merupakan rekan dekat Vladimir Putin.

Prigozhin dilaporkan berada di pangkalan beberapa hari sebelum serangan Ukraina.

Kehadiran paramiliter grup Wagner telah didokumentasikan di Libya, Mali dan Suriah, di antara banyak negara lain – khususnya di Afrika.

Pihak berwenang Ukraina juga mengatakan para penyabotase meledakkan sebuah jembatan kereta api di barat daya kota Melitopol, yang dikendalikan oleh pasukan Rusia.

Wali Kota Melitopol Ivan Fyodorov mengatakan di Telegram bahwa dengan serangan itu berarti "tidak akan ada kereta militer sama sekali dari Krimea".

Semenanjung Krimea, yang dianeksasi oleh Rusia pada 2014, merupakan pangkalan penting untuk memasok pasukan Rusia yang dikerahkan di Ukraina selatan.

Baca juga: Rangkuman Hari Ke-173 Serangan Rusia ke Ukraina: PLTN Zaporizhzhia Terancam, Kapal Sewaan PBB Berangkat

Ukraina mengatakan sedang melancarkan serangan balasan di selatan negara itu, merebut kembali lusinan desa dan mengancam akan mendorong pasukan Rusia ke tepi lain Sungai Dnieper.

Sementara itu di Odesa di Laut Hitam, tiga orang tewas saat berenang karena ledakan "alat peledak tanpa kendali otomatis," menurut Sergiy Brachuk, juru bicara pemerintah setempat.

Para pejabat telah memperingatkan pengunjung pantai untuk tidak memasuki laut karena keberadaan ranjau yang belum meledak.

Sebelumnya pada Senin (15/8/2022), penembakan Rusia di Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina, menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai enam lainnya, kata seorang pejabat senior polisi, Sergiy Bolvinov, di Facebook.

Baca juga: Putin Diyakini Sadar Bikin Kesalahan Rusia Serang Ukraina, tapi Tak Akan Mengakuinya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Guardian
 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ukraina Hari Ini: Upaya Usir Rusia dari Kharkiv Terhambat Hujan

Ukraina Hari Ini: Upaya Usir Rusia dari Kharkiv Terhambat Hujan

Global
Bocah 5 Tahun Ditemukan Tewas di Dalam Mobil, Terseret Banjir Australia

Bocah 5 Tahun Ditemukan Tewas di Dalam Mobil, Terseret Banjir Australia

Global
Indonesia Bukukan Transaksi Rp 23,3 Triliun dalam Pameran China-ASEAN

Indonesia Bukukan Transaksi Rp 23,3 Triliun dalam Pameran China-ASEAN

Global
Ukraina Terkini: Odessa Diserang Drone Iran Lagi

Ukraina Terkini: Odessa Diserang Drone Iran Lagi

Global
50 Tahun Merawat Ingatan Darurat Militer di Filipina

50 Tahun Merawat Ingatan Darurat Militer di Filipina

Global
Swiss Akan Hancurkan 10 Juta Dosis Vaksin Moderna Senilai Rp 4 Triliun karena Kedaluwarsa

Swiss Akan Hancurkan 10 Juta Dosis Vaksin Moderna Senilai Rp 4 Triliun karena Kedaluwarsa

Global
Rusia Copot Jenderal Pangkat Tinggi di Perang Ukraina karena Masalah Logistik

Rusia Copot Jenderal Pangkat Tinggi di Perang Ukraina karena Masalah Logistik

Global
Zelensky Syok karena Israel Tak Beri Sistem Pertahanan Rudal

Zelensky Syok karena Israel Tak Beri Sistem Pertahanan Rudal

Global
China Bangun Teleskop Radio Terbesar di Dunia yang Bisa Digerakkan, Lampaui Punya AS

China Bangun Teleskop Radio Terbesar di Dunia yang Bisa Digerakkan, Lampaui Punya AS

Global
Penjual Nasi Goreng yang Laporkan Pembeli ke Polisi Minta Maaf dan Akan Refund

Penjual Nasi Goreng yang Laporkan Pembeli ke Polisi Minta Maaf dan Akan Refund

Global
Lavrov Tegaskan Perlindungan Penuh Wilayah yang Dicaplok Rusia, Sinyal Gunakan Nuklir?

Lavrov Tegaskan Perlindungan Penuh Wilayah yang Dicaplok Rusia, Sinyal Gunakan Nuklir?

Global
Di Balik Isu Kudeta Militer China dan Xi Jinping dalam Tahanan Rumah

Di Balik Isu Kudeta Militer China dan Xi Jinping dalam Tahanan Rumah

Global
Viral Momen Romantis Ulang Tahun Istri yang Diperingati dalam Siaran Radio

Viral Momen Romantis Ulang Tahun Istri yang Diperingati dalam Siaran Radio

Global
Topan Talas Terjang Jepang, 2 Tewas, Ribuan Orang Tanpa Air

Topan Talas Terjang Jepang, 2 Tewas, Ribuan Orang Tanpa Air

Global
Demo Menentang Wajib Militer Rusia Terus Berlanjut, 724 Orang Ditangkap dalam Sehari

Demo Menentang Wajib Militer Rusia Terus Berlanjut, 724 Orang Ditangkap dalam Sehari

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.