Kompas.com - 18/05/2022, 19:31 WIB

Netralitas Finlandia sangat berbeda karena muncul sebagai syarat perdamaian, yang diberlakukan oleh Uni Soviet dalam "perjanjian persahabatan" 1948. Itu dipandang sebagai cara pragmatis untuk bertahan dan mempertahankan kemerdekaan negara.

Baca juga: Turki: Finlandia Gabung NATO dengan Damai, Swedia Provokatif

“Netralitas Swedia adalah masalah identitas dan ideologi, sedangkan di Finlandia masalah eksistensi,” kata Henrik Meinander.

Sejarawan itu yakin, Swedia bahkan mampu berdebat tentang keanggotaan NATO salah satunya karena dia menggunakan Finlandia dan Baltik sebagai "zona penyangga".

Di sisi lain, Finlandia sebenarnya sudah meninggalkan netralitasnya setelah Uni Soviet runtuh.

Ia melihat ke Barat dan berusaha membebaskan diri dari lingkup pengaruh Soviet. Bergabung dengan Uni Eropa dipandang tidak hanya menawarkan keuntungan ekonomi tetapi juga keuntungan keamanan.

Iro Sarkka menilai, bergabung dengan NATO pada awal 1990-an mungkin menjadi langkah yang terlalu besar bagi Finlandia, yang ketika itu baru muncul sebagai “negara netral”.

Tetapi waktu dan persepsi tentang risiko sudah berubah sekarang, kebanyakan orang Finlandia mengatakan mereka siap.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wabah Campak Tewaskan 80 Anak di Zimbabwe Sejak April

Wabah Campak Tewaskan 80 Anak di Zimbabwe Sejak April

Global
Kecam Penikaman Salman Rushdie, JK Rowling Dapat Ancaman

Kecam Penikaman Salman Rushdie, JK Rowling Dapat Ancaman

Global
Gudang Kembang Api Meledak di Armenia, 3 Orang Tewas

Gudang Kembang Api Meledak di Armenia, 3 Orang Tewas

Global
Kebakaran Gereja di Mesir Tewaskan 41 Jemaat, Mayoritas Anak-anak

Kebakaran Gereja di Mesir Tewaskan 41 Jemaat, Mayoritas Anak-anak

Global
Rangkuman Hari ke- 172 Serangan Rusia ke Ukraina: Pertempuran Sengit di Desa Pisky, Hubungan Moskwa-AS Bisa Hancur

Rangkuman Hari ke- 172 Serangan Rusia ke Ukraina: Pertempuran Sengit di Desa Pisky, Hubungan Moskwa-AS Bisa Hancur

Global
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Penulis Buku Ayat-ayat Setan Salman Rushdie Ditikam | Rumah Donald Trump Digerebek

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Penulis Buku Ayat-ayat Setan Salman Rushdie Ditikam | Rumah Donald Trump Digerebek

Global
Monica Nike Adiba Bawa Indonesia Juara 1 Lomba Karaoke Sedunia

Monica Nike Adiba Bawa Indonesia Juara 1 Lomba Karaoke Sedunia

Global
Salman Rushdie Diserang, Tersangka Mengaku Tak Bersalah

Salman Rushdie Diserang, Tersangka Mengaku Tak Bersalah

Global
Kisah Pria India Hasilkan 300 Varietas Mangga dari Pohon Berusia 120 Tahun

Kisah Pria India Hasilkan 300 Varietas Mangga dari Pohon Berusia 120 Tahun

Global
Gara-gara Salah 'Copy Paste', Wanita Ini Tak Sengaja Beli 84 Rumah

Gara-gara Salah "Copy Paste", Wanita Ini Tak Sengaja Beli 84 Rumah

Global
Pegawai McDonald's New York Ditembak karena Sajikan Kentang Goreng Dingin

Pegawai McDonald's New York Ditembak karena Sajikan Kentang Goreng Dingin

Global
Pengemudi Truk Bermesin Jet Tewas dalam Kecepatan 483 Km per Jam Saat Pertunjukan

Pengemudi Truk Bermesin Jet Tewas dalam Kecepatan 483 Km per Jam Saat Pertunjukan

Global
Cerita Saudara Kembar Siam di Kepala Josie dan Teresa, 20 Tahun Setelah Pemisahan

Cerita Saudara Kembar Siam di Kepala Josie dan Teresa, 20 Tahun Setelah Pemisahan

Global
6 Rahasia Negara Amerika yang Diumbar Donald Trump

6 Rahasia Negara Amerika yang Diumbar Donald Trump

Global
Ribuan Ikan Mati Muncul di Sungai Jerman-Polandia, Penyebabnya Masih Misteri

Ribuan Ikan Mati Muncul di Sungai Jerman-Polandia, Penyebabnya Masih Misteri

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.