Peneliti Singapura: Ada Dampak Perubahan Iklim yang Lebih Berbahaya dari Banjir dan Kekeringan!

Kompas.com - 08/02/2022, 11:02 WIB

SINGAPURA, KOMPAS.com - Dalam hal dampak perubahan iklim, banyak negara mungkin hanya mewaspadai soal naiknya permukaan air laut, kekeringan, banjir, atau peristiwa cuaca ekstrim.

Tetapi, dunia yang memanas mungkin memiliki dampak yang lebih berbahaya daripada semua itu.

Sebuah studi baru yang dipimpin oleh para peneliti di Universitas Teknologi Nanyang (NTU), Singapura, menunjukkan bahwa perubahan iklim juga dapat memengaruhi udara yang kita hirup.

Baca juga: Gejala Covid-19 yang Dialami Warga Singapura

Setiap hirupan udara yang diambil manusia mengandung lebih dari sekadar oksigen yang memberi kehidupan. Faktanya, udara itu juga dihuni oleh mikroorganisme, seperti bakteri dan jamur. Di mana, masing-masing terlalu kecil untuk bisa dilihat dengan mata telanjang.

Dengan mempelajari sampel udara yang diambil pada ketinggian berbeda dari permukaan tanah (hingga 3.500 m), para peneliti di NTU's Singapore Centre for Environmental Life Sciences Engineering telah menunjukkan bahwa saat dunia memanas, komposisi mikroorganisme di udara dapat berubah.

Makalah mereka telah diterbitkan pada Selasa (8/2/2022), di jurnal ilmiah Proceedings Of The National Academy Of Sciences Of The United States of America.

“Sudah ada indikator yang menunjukkan bahwa mikroorganisme di udara dapat berdampak pada kesehatan manusia dan pertanian,” kata Profesor Stephan Schuster dari NTU, yang mengawasi penelitian terbaru, dikutip dari The Straits Times, Selasa.

Jadi, kata dia, perubahan komposisi mikrobioma udara atau mikroorganisme di udara dapat berimplikasi pada masyarakat manusia.

Baca juga: Banyak Pasien Baru Covid-19 di Singapura Mengaku Hanya Memiliki Gejala Flu Ringan

Misalnya, tim Prof Schuster telah menemukan sebelumnya bahwa sementara orang sehat tidak menderita efek buruk dari menghirup mikroorganisme dari udara, orang dengan penyakit pernapasan menunjukkan peningkatan respons kekebalan, memperburuk gejala pernapasan mereka.

"Setiap perubahan dalam dinamika komunitas mikroba di udara dapat berdampak pada kesehatan pernapasan dengan cara yang belum diketahui dan karena itu berpotensi mengkhawatirkan ," kata Prof Schuster.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AS Larang Aborsi, LSM Meksiko Bantu Warga California Akhiri Kehamilan

AS Larang Aborsi, LSM Meksiko Bantu Warga California Akhiri Kehamilan

Global
Sri Lanka Bangkrut dan Kehabisan Bensin, Ratusan Ribu Warga Antre Berjam-jam di SPBU

Sri Lanka Bangkrut dan Kehabisan Bensin, Ratusan Ribu Warga Antre Berjam-jam di SPBU

Global
Mahkamah Agung AS Larang Aborsi, 50 Negara Bagian Langsung Ikuti Perintah

Mahkamah Agung AS Larang Aborsi, 50 Negara Bagian Langsung Ikuti Perintah

Global
Ukraina Terkini, Severodonetsk Dikuasai Rusia

Ukraina Terkini, Severodonetsk Dikuasai Rusia

Global
Obama Versus Trump

Obama Versus Trump

Global
Rangkuman Hari Ke-122 Serangan Rusia ke Ukraina, Serangan dari Belarus, BRICS Ajak Diskusi

Rangkuman Hari Ke-122 Serangan Rusia ke Ukraina, Serangan dari Belarus, BRICS Ajak Diskusi

Global
[UNIK GLOBAL] Ikan Air Tawar 300 Kg Terbesar di Dunia | Nikahi Boneka karena Stres Melajang

[UNIK GLOBAL] Ikan Air Tawar 300 Kg Terbesar di Dunia | Nikahi Boneka karena Stres Melajang

Global
USS Samuel B Roberts, Kapal Karam Terdalam di Dunia Akhirnya Terlihat dalam Peristirahatan Terakhirnya

USS Samuel B Roberts, Kapal Karam Terdalam di Dunia Akhirnya Terlihat dalam Peristirahatan Terakhirnya

Global
Pria Ini Bisa Konsumsi 1 Liter Soda dalam 1 Menit, Pecahkan Rekor Dunia

Pria Ini Bisa Konsumsi 1 Liter Soda dalam 1 Menit, Pecahkan Rekor Dunia

Global
Dampak Pemangkasan Gas Rusia ke Eropa, Apakah Jerman Akan Kembali Gunakan Pembangkit Nuklir?

Dampak Pemangkasan Gas Rusia ke Eropa, Apakah Jerman Akan Kembali Gunakan Pembangkit Nuklir?

Global
Surat Inspeksi Alat Kelamin Gegerkan SMK Malaysia, Ini Penjelasan Pihak Sekolah

Surat Inspeksi Alat Kelamin Gegerkan SMK Malaysia, Ini Penjelasan Pihak Sekolah

Global
Kaliningrad, Enklave Rusia dekat Laut Baltik yang Punya Nilai Strategis dan Militer

Kaliningrad, Enklave Rusia dekat Laut Baltik yang Punya Nilai Strategis dan Militer

Global
Antrean Bikin Paspor di Kanada Capai Berhari-hari, Warga sampai Ada yang Kemah

Antrean Bikin Paspor di Kanada Capai Berhari-hari, Warga sampai Ada yang Kemah

Global
Ukraina Dapat Serangan Besar dari Belarus Sekutu Rusia

Ukraina Dapat Serangan Besar dari Belarus Sekutu Rusia

Global
Momen Pelatih Selamatkan Atlet Renang AS yang Pingsan dan Nyaris Tenggelam di Dasar Kolam

Momen Pelatih Selamatkan Atlet Renang AS yang Pingsan dan Nyaris Tenggelam di Dasar Kolam

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.